Di Tepi Jurang Asia: Menanti Keajaiban Persib di GBLA

Di Tepi Jurang Asia: Menanti Keajaiban Persib di GBLA

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 18 Feb 2026 13:00 WIB
Persib Bandung lawan Ratchaburi FC di AFC Champions League Two (ACL 2), Rabu (11/2/2026).
Persib Bandung lawan Ratchaburi FC di AFC Champions League Two pada leg pertama (Foto: Dokumen Persib).
Bandung -

Persib Bandung kini berada di ujung jalan terjal dalam perjalanannya pada kompetisi AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26. Menyisakan satu pertandingan lagi, nasib Persib ditentukan, lanjut ke babak perempat final atau menyudahi kiprahnya di fase 16 besar.

Sempat tampil meyakinkan di fase grup dengan finis sebagai pemuncak klasemen, Persib kini harus menghadapi ujian yang sangat berat. Maung Bandung takluk 3-0 dari Ratchaburi FC dan harus membalasnya dengan selisih empat gol di pertandingan leg kedua yang akan dimainkan di Bandung, malam ini.

Perjalanan Persib Bandung di panggung ACL 2 musim ini dimulai pada 13 Agustus 2025. Malam itu, Maung Bandung menghadapi Manila Digger FC dari Filipina di babak kualifikasi. Kemenangan 2-1 menjadi jalan pembuka menuju fase grup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua hari berselang, 15 Agustus 2025, undian fase grup digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Persib tergabung di Grup G bersama tiga kekuatan Asia Tenggara, yakni Bangkok United (Thailand), Selangor FC (Malaysia), dan Lion City Sailors (Singapura), sebuah grup yang sarat gengsi regional.

ADVERTISEMENT

Awal yang Tersendat

Kompetisi resmi dimulai sebulan kemudian. Pada 18 September 2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib menjamu Lion City Sailors, finalis ACL 2 musim sebelumnya. Sempat unggul lewat gol Saddil Ramdani di menit ke-47, kemenangan itu buyar di detik terakhir.

Lennart Thy menyamakan skor pada menit ke-90+7. Skor 1-1 menjadi pengingat bahwa panggung Asia tidak memberi ruang untuk lengah sedikit pun.

Namun, karakter Persib mulai teruji. Pada 1 Oktober 2025, Maung Bandung mengejutkan publik dengan menaklukkan tuan rumah Bangkok United 2-0. Uilliam Barros dan Andrew Jung menjadi pembeda, membuat kepercayaan diri tim kembali tumbuh.

Di GBLA, 23 Oktober 2025, Selangor FC ditundukkan 2-0 lewat gol Adam Alis dan Andrew Jung. Tren positif berlanjut pada 6 November 2025 saat bertandang ke Malaysia. Tertinggal 0-2 di babak pertama, Persib bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2 melalui gol Andrew Jung dan brace Adam Alis yang menuliskan kisah comeback dramatis.

Lolos dengan Sejarah

Ujian berikutnya datang pada 26 November 2025. Di kandang Lion City Sailors, Persib kalah tipis 2-3. Namun, di laga pamungkas fase grup pada 10 Desember 2025, Maung Bandung menutupnya dengan kemenangan 1-0 atas Bangkok United di GBLA.

Total 13 poin membawa Persib finis sebagai juara Grup G. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka berhasil lolos ke babak 16 besar ACL 2.

Undian babak 16 besar digelar pada 30 Desember 2025 yang dipandu oleh legenda Persib, Atep. Hasilnya, Persib bertemu Ratchaburi FC dari Thailand dalam dua leg pada 11 dan 18 Februari 2026. Optimisme tinggi mengiringi keberangkatan tim ke Thailand.

Di Ambang Remontada

Namun, realitas berbicara pahit. Pada 11 Februari 2026, Persib takluk 0-3 di leg pertama. Kekalahan telak itu menempatkan langkah Maung Bandung di tepi jurang. Untuk lolos langsung, Persib harus menang dengan selisih empat gol, atau minimal tiga gol untuk memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Leg kedua akan digelar di GBLA, Rabu (18/2/2026) malam. Stadion yang selama fase grup menjadi benteng kokoh kini dituntut menjadi panggung keajaiban. Di atas kertas, misi itu tampak nyaris mustahil, tetapi sepak bola selalu menyisakan ruang bagi cerita yang melampaui logika.

"Saya berharap stadion akan penuh karena setiap kali stadion penuh, bagi lawan itu bukan hal yang mudah untuk bermain. Tahun ini kami belum pernah kalah di kandang, di liga (Super League), saya pikir kami telah memenangkan semua pertandingan," ucap pelatih Bojan Hodak.

"Sedangkan di ACL-2 kami satu kali bermain imbang. Kami memiliki Jadi saya harap stadion akan penuh, dan segalanya akan mungkin terjadi," sambung Bojan.

Di Luar Ekspektasi

Perjalanan Persib Bandung di kancah AFC musim ini sebenarnya sudah di luar ekspektasi. Mereka tampil mengesankan di fase grup setelah musim lalu gagal lolos dan menjadi juru kunci, meski kini harus tertatih di leg pertama babak 16 besar.

"Semuanya di luar ekspektasi. Musim lalu di Asia Persib mengecewakan tapi musim ini Persib lolos sebagai juara grup," ucap pengamat Persib, Indra Jaya.

"Tapi di fase gugur kemarin Persib kalah 3-0 dan agak berat untuk membalikkan keadaan minimal menyamai selisih gol untuk lanjut ke extra time," lanjutnya.

Namun begitu, Indra menilai secara keseluruhan penampilan Maung Bandung di Asia musim ini jauh berbeda. Bojan Hodak dianggap jeli dalam menerapkan taktik yang menyesuaikan dengan karakter lawan yang dihadapi.

"Di Asia ini apalagi semua pemain asing bisa dimainkan Persib lebih bagus di ball posesion, kalau di liga defend to counter, kalau di Asia Persib lebih menonjol dengan ball posesion," ungkapnya.

PR Lini Depan

Di pertandingan hidup mati nanti malam, Indra menyebut banyak hal yang mesti dilakukan Bojan, mulai dari penerapan strategi hingga pemilihan komposisi pemain. Apalagi, ketajaman lini depan masih menjadi persoalan serius yang belum terjawab sepenuhnya.

"Bojan harus merubah taktik yang dipakai, biasanya defend to counter jadi press build up, berani melakukan pressing di pertahanan lawan. Dan ketika bisa merebut bola, itu dekat dengan gawang dan itu menguntungkan Persib," katanya.

"Dengan skor yang cukup jauh, ini tentu tidak mudah tapi selama 90 menit di Tailan kemarin Ratchaburi bisa melakukan itu, dan kenapa tidak Persib bisa melakukan hal yang sama," sambungnya.

Untuk menyiasati persoalan lini depan, Bojan bisa saja memainkan skema 3-4-3 dengan deretan gelandang yang memiliki naluri menyerang dan bertahan yang sama baiknya.

"Belum tajamnya lini depan mungkin bisa memainkan pemain dengan naluri menyerang yang bagus, jadi bisa memakai 4 gelandang dan 3 penyerang, misal 3-4-3, tapi dengan karakter gelandang sayap yang kuat bertahan. Jadi saat menyerang ada 7 pemain dan saat bertahan ada 5 pemain sekaligus," tutur Indra.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads