Gelombang naturalisasi pemain tengah marak di Asia Tenggara. Indonesia, Malaysia, hingga Vietnam berlomba memperkuat tim nasional dengan pemain berdarah asing. Namun, langkah berbeda justru diambil Thailand.
Melansir detikSport, Ketua Federasi Sepak Bola Thailand, Nualphan Lamsam atau yang akrab disapa Madam Pang, menegaskan bahwa naturalisasi tetap memiliki batas tegas. Baginya, pemain yang membela tim nasional harus memiliki garis keturunan Thailand.
"Pemain yang mengenakan seragam tim nasional Thailand harus memiliki darah Thailand," ujarnya, dikutip dari Ball Thai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah tren regional, kebijakan ini terasa kontras. Indonesia dan Malaysia aktif mencari pemain keturunan untuk memperkuat skuad. Sementara itu, Vietnam menempuh jalur berbeda dengan memberikan kewarganegaraan kepada pemain asing yang telah menetap minimal lima tahun, seperti Nguyen Xuan Son (Rafaelson) dan Do Hoang Hen (Hendrio) asal Brasil.
Namun bagi Madam Pang, pendekatan tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan identitas nasional.
"Pemain naturalisasi tanpa keturunan tidak akan mewakili identitas Thailand. Vietnam dan banyak tim di kawasan ini aktif melakukan naturalisasi pemain, tetapi Thailand hanya akan melakukannya dengan pemain yang memiliki warisan Thailand," tegasnya.
Secara regulasi, langkah Vietnam sebenarnya tidak melanggar aturan. FIFA memperbolehkan pemain membela negara lain setelah memenuhi syarat, termasuk tinggal selama lima tahun. Indonesia sendiri pernah menerapkan skema serupa pada era 2000-an, salah satunya saat menaturalisasi Cristian Gonzalez.
Meski demikian, Thailand memilih jalan berbeda. Alih-alih membuka pintu lebar bagi pemain asing, federasi lebih selektif dan fokus memburu pemain keturunan Thailand yang berkarier di Eropa.
Beberapa nama yang sudah memperkuat Timnas Thailand antara lain Nicholas Mickelson, Jonathan Khemdee, Manuel Bihr, dan Jude Soonsup-Bell.
Di sisi lain, Madam Pang menekankan bahwa naturalisasi bukan solusi utama. Ia menilai kekuatan sepak bola nasional tetap harus dibangun dari dalam.
"Yang terpenting tetaplah fondasi, mulai dari pelatihan pemain muda hingga Liga Thailand, untuk menciptakan sumber pemain yang berkelanjutan bagi tim nasional," ujarnya.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
(aff/dir)
