Persib Bandung bersiap menghadapi laga penting melawan Arema FC pada pekan ke-29 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) malam.
Meski masih kokoh di puncak klasemen, Maung Bandung tak ingin lengah menghadapi tim tamu yang tengah menunjukkan tren positif. Apalagi jarak poin dengan Borneo FC kini hanya tersisa 2 angka.
Pelatih Persib Bojan Hodak memastikan kondisi timnya dalam situasi yang cukup ideal jelang pertandingan. Ia menyebut suasana ruang ganti tetap positif meski tim baru saja kehilangan poin di laga melawan Dewa United.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suasananya bagus, kami dalam kondisi mood yang bagus dan kami masih berada di posisi pertama, tapi kami tahu bahwa kami tidak boleh lengah dan akan fokus pada pertandingan berikutnya," ujar Bojan, Rabu (22/4/2026).
Namun, Bojan tak menutup mata terhadap kekuatan Arema FC. Ia menilai lawan yang akan dihadapi memiliki kualitas, terutama di lini depan yang dinilai cukup berbahaya.
"Arema adalah tim yang cukup tangguh. Mereka punya banyak pemain bagus, terutama dalam hal menyerang, tapi kami tahu itu dan kami akan bersiap," katanya.
Selain fokus ke lawan, Bojan juga menyoroti evaluasi di lini belakang Persib yang dalam dua laga terakhir yang kemasukan 4 gol. Menurutnya, hal itu terjadi bukan karena lemahnya sistem pertahanan, melainkan akibat kelengahan individu.
"Mengenai barisan pertahanan, masalahnya adalah ini kesalahan individu. Gol pertama (lawan Dewa) itu karena bola dianggap sudah keluar dan mereka berhenti bermain, yang mana hal itu seharusnya tidak terjadi, anda harus bermain sampai peluit berbunyi," jelasnya.
Ia juga menyinggung proses terjadinya gol kedua yang dinilai sebagai situasi kurang beruntung, meski berawal dari keputusan pemain di lapangan.
"Dan gol kedua adalah (Julio Cesar) sedikit menunda bola yang mana itu normal, tapi kemudian dia tidak beruntung karena bola mengenai tangan pemain lain dan dia mengambil keuntungan dari sana dan mereka melakukan serangan balik," ungkap Bojan.
Meski begitu, pelatih asal Kroasia itu tetap melihat performa timnya secara keseluruhan tidak buruk. Ia menilai Dewa United tidak benar-benar mendominasi permainan, melainkan memanfaatkan momen kesalahan.
"Jadi, ini adalah sesuatu yang terkadang terjadi, tapi pada akhirnya selain itu, Dewa tidak benar-benar punya peluang. Jadi mereka tidak bermain buruk. Ini adalah salah satu pertandingan di mana terjadi dua kesalahan, selain itu mereka baik-baik saja," ujarnya.
Menghadapi Arema nanti, Bojan kembali menegaskan laga nanti tidak akan mudah, terlebih tim lawan sedang dalam momentum kebangkitan di tangan pelatih asal Brazil, Marquinhos Santos.
"Arema saya bilang mereka tim yang bagus, terutama dalam menyerang, dan mereka punya hasil yang bagus akhir-akhir ini. Saya rasa ini mungkin karena pelatih baru dan itu akan menjadi pertandingan yang sulit," pungkasnya.
(bba/yum)