Aparat kepolisian memberlakukan pengamanan ketat di laga Persib Bandung kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (4/5/2026). Sebanyak 1.240 personel diterjunkan, dengan skema penjagaan berlapis dan penyekatan ketat di seluruh akses menuju stadion.
Polrestabes Bandung memastikan pengamanan dilakukan secara maksimal untuk mengantisipasi potensi gangguan, mulai dari pintu masuk stadion hingga pergerakan massa di dalam kota.
"Jumlah personel 1.240 personel," ujar Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga menyiapkan titik penyekatan di sejumlah jalur strategis menuju stadion. Setiap akses diperketat untuk memastikan hanya penonton bertiket yang bisa masuk, sekaligus mencegah barang berbahaya lolos ke dalam area pertandingan.
"Penyekatan di Cimincrang, Babakan Sayang, jembatan perumahan, termasuk gang yang masuk dari kebun dan sawah kita jaga. Itu zona 4, zona 3 kita screening diakses gerbang dan gerbang masuk dan di dalam oleh SSO, sistemnya ring 1, 2, 3, 4," jelas Asep.
Pemeriksaan juga dilakukan secara menyeluruh terhadap barang bawaan suporter. Polisi menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran sekecil apa pun yang berpotensi mengganggu keamanan.
"Tidak boleh membawa miras, obat-obatan terlarang, senjata tajam, karena akan kita geledah semua tas dan barang bawaannya," ucapnya.
Bagi yang tidak memiliki tiket, polisi meminta agar tidak memaksakan diri datang ke stadion. Penjagaan ketat dipastikan akan menyaring setiap orang yang mencoba masuk tanpa akses resmi.
"Kemudian yang tidak punya tiket silahkan nonton di cafe atau di rumah masing-masing saja, jangan memaksakan, karena penjagaan sangat ketat," tambahnya.
Sesuai regulasi kompetisi, suporter tim tamu juga dipastikan tidak bisa hadir langsung di stadion. "Penonton luar, sesuai regulasi PSSI dilarang hadir," tegas Asep.
Pengamanan juga diberlakukan tidak ada di sekitar stadion, tapi juga hingga pusat Kota Bandung. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi konvoi liar usai pertandingan, terutama jika euforia kemenangan terjadi.
"Nobar sama, tidak ada keliling-keliling, selain jaga di GBLA, kita jaga pusat kota bersama jajaran Polsek dan lainnya bersiaga di wilayah Kota Bandung," tukasnya.
(bba/yum)
