7 Fakta Indonesia Mundur dari Homeless World Cup 2026

Round Up

7 Fakta Indonesia Mundur dari Homeless World Cup 2026

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 06 Mei 2026 09:30 WIB
Logo Homeless World Cup.
Homeless World Cup. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia olahraga Tanah Air. Langkah tim nasional sepak bola "Garuda Jalanan" untuk berlaga di ajang internasional Homeless World Cup (HWC) 2026 di Mexico City dipastikan terhenti sebelum kompetisi dimulai.

Ketiadaan dukungan dana dan sponsor menjadi alasan utama di balik keputusan pahit ini. Berikut 7 fakta lengkap mundurnya Indonesia dari ajang HWC 2026, di mana seluruh poinnya merujuk pada keterangan resmi Sekretaris Rumah Cemara, Rin Aulia, yang dirangkum detikJabar, Selasa (5/5/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Resmi Batal Terbang ke Mexico City

Rumah Cemara selaku organisasi yang menaungi tim Indonesia secara resmi mengumumkan pembatalan partisipasi timnas Garuda Jalanan untuk ajang HWC tahun ini.

"Rumah Cemara dengan berat hati mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan berpartisipasi dalam ajang Homeless World Cup 2026 yang akan diselenggarakan di Mexico City," ujar Rin dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

ADVERTISEMENT

2. Ketiadaan Kepastian Dana

Keputusan berat ini tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui pertimbangan panjang melihat kondisi finansial dan sempitnya waktu persiapan atlet.

"Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan secara matang kondisi ketiadaan kepastian pendanaan dan dukungan institusional hingga saat ini," katanya.

3. Usaha Pencarian Sponsor Buntu

Pihak Rumah Cemara bukannya tanpa usaha. Mereka mengaku telah melakukan langkah proaktif untuk mencari sokongan dana, namun tidak ada hasil nyata hingga batas waktu yang ditentukan.

"Dalam beberapa bulan terakhir, Rumah Cemara telah melakukan berbagai upaya untuk mengupayakan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Namun, hingga batas waktu yang memungkinkan untuk melakukan persiapan secara layak, dukungan tersebut belum dapat dipastikan," jelasnya.

4. Tanggung Biaya Sendiri Sejak 2023

Masalah pendanaan rupanya sudah menjadi persoalan klasik selama beberapa tahun terakhir. Rumah Cemara bahkan harus merogoh kocek sendiri agar tim tetap bisa eksis.

"Sejak 2023, Rumah Cemara menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mengamankan sponsor. Bahkan, sejak tahun tersebut, sebagian besar biaya operasional dan terkait partisipasi lainnya Rumah Cemara tanggung sendiri tanpa dukungan eksternal yang konsisten," ungkap Rin.

5. Panggung Pemberdayaan Marginal Sejak 2011

Mundurnya Indonesia sangat disayangkan mengingat HWC bukanlah sekadar kompetisi sepak bola biasa, melainkan alat pemberdayaan kaum marginal yang sudah diikuti Indonesia sejak lama.

"Sejak pertama kali berpartisipasi di 2011, Indonesia secara konsisten menjadikan Homeless World Cup sebagai bagian dari pendekatan sport for development," ucapnya.

6. Jadi Alarm Keras Kurangnya Dukungan Lintas Sektor

Absennya Garuda Jalanan di HWC 2026 menjadi tamparan keras sekaligus pengingat bahwa program sosial berbasis olahraga membutuhkan dukungan nyata dan kolaborasi yang solid dari berbagai pihak.

"Ketiadaan partisipasi Indonesia tahun ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan inisiatif berbasis komunitas, khususnya yang menyasar kelompok marginal masih sangat bergantung pada dukungan lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan," tegas Rin.

7. Komitmen Akar Rumput Tetap Menyala

Meski batal mengharumkan nama bangsa di kancah dunia tahun ini, Rumah Cemara berjanji tidak akan berhenti menjalankan program pembinaan di tingkat akar rumput.

"Meskipun demikian, Rumah Cemara tetap berkomitmen untuk melanjutkan berbagai program pemberdayaan melalui olahraga di tingkat komunitas. Upaya untuk membuka kembali peluang partisipasi Indonesia di Homeless World Cup di masa mendatang juga akan terus diupayakan," pungkasnya.




(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads