Persaingan gelar juara Super League 2025/2026 kini tinggal menyisakan dua nama, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. Setelah 32 pekan berjalan, kedua tim sama-sama mengoleksi 75 poin.
Namun, Persib masih berdiri di puncak klasemen karena unggul head-to-head atas Pesut Etam. Situasi itu membuat dua pertandingan terakhir musim ini menjadi penentuan segalanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persib berada di posisi paling menguntungkan karena nasib juara sepenuhnya ada di tangan sendiri. Maung Bandung hanya perlu menyapu bersih dua laga sisa untuk memastikan trofi tetap berada di Bandung.
Sebaliknya, Borneo FC berada dalam posisi menunggu. Meski mampu meraih enam poin penuh di dua pertandingan terakhir, mereka tetap tak akan bisa menyalip Persib jika tim asuhan Bojan Hodak juga tampil sempurna.
Di pekan ke-33, Persib akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026). Setelah itu, Persib menutup musim dengan menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 23 Mei nanti.
Sementara Borneo FC akan lebih dulu menghadapi Persijap Jepara sebelum menutup musim dengan menjamu Malut United di Stadion Segiri, Samarinda. Pertandingan Persib dan Borneo dimainkan di tanggal dan jam yang sama.
Kapten Persib, Marc Klok menegaskan timnya memilih fokus penuh ke pertandingan terdekat ketimbang memikirkan hitung-hitungan klasemen.
"Saya pikir, seperti biasa, kita fokus game by game. Jadi, pertama lawan Makassar (PSM) dan kemudian Persijap. Kita semua tahu apa yang dipertaruhkan, kita tahu semuanya seberapa penting pertandingan berikutnya melawan Makassar," ujar Klok, Sabtu (16/5/2026).
Gelandang naturalisasi Timnas Indonesia itu memastikan Persib akan datang ke Pare-Pare dengan mentalitas penuh demi membawa pulang kemenangan, termasuk di laga terakhir melawan Persijap.
"Jadi, kita siapkan dengan semaksimal mungkin dengan mentalitas yang sangat kuat, dan semoga kita ambil apa yang harus kita ambil," katanya.
Di sisi lain, pelatih Borneo FC Fabio Lefundes mengakui persaingan gelar musim ini berjalan sangat ketat. Ia bahkan menyebut situasi yang dihadapi Borneo dan Persib sama-sama menegangkan karena kedua tim terus meraih kemenangan.
"Mungkin Bojan berpikir hal yang sama, 'Sial, Borneo juga tidak pernah salah, mereka terus menang'. Kami bisa saja meraih enam poin sisa, namun tetap tidak juara jika mereka (Persib) juga sempurna," ucap Lefundes dilansir dari laman resmi klub.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan, Borneo kini hanya bisa fokus menyapu bersih dua laga sisa sambil berharap Persib terpeleset.
"Kami akan sangat frustrasi jika mereka terpeleset, tapi kami sendiri gagal meraih poin penuh. Tugas kami sekarang adalah melakukan bagian kami dengan sempurna," tegasnya.
(bba/sud)
