Lautan Biru di Stadion Watubelah, Bobotoh Cirebon Pesta Persib Juara

Lautan Biru di Stadion Watubelah, Bobotoh Cirebon Pesta Persib Juara

Devteo Mahardika - detikJabar
Sabtu, 23 Mei 2026 18:42 WIB
Pesta juara di Stadion Watubelah Cirebon.
Pesta juara di Stadion Watubelah Cirebon. (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)
Cirebon -

Malam di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/5/2026), berubah menjadi lautan biru penuh haru dan euforia. Ribuan Bobotoh yang sejak sore memadati area stadion akhirnya pecah dalam sorak kemenangan usai Persib Bandung memastikan gelar juara Liga BRI 2025/2026 setelah bermain imbang melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Begitu peluit panjang dibunyikan, suasana nobar langsung meledak. Teriakan 'juara, juara, juara' menggema dari tribun hingga area luar stadion. Ribuan Bobotoh saling berpelukan, melompat kegirangan, dan mengibarkan bendera Persib yang sejak awal pertandingan tak pernah berhenti berkibar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pantauan detikJabar di lokasi, area Stadion Watubelah seketika dipenuhi lautan manusia. Asap flare biru mulai terlihat di sejumlah titik, sementara suara drum dan nyanyian dukungan terus menggema memecah malam. Tak sedikit Bobotoh yang naik ke atas pagar stadion demi meluapkan rasa bahagia atas keberhasilan Maung Bandung mencetak sejarah juara tiga kali berturut-turut.

Di tengah euforia itu, Dani, Bobotoh asal Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. Ia mengaku langsung melompat histeris saat pertandingan berakhir.

ADVERTISEMENT

"Bahagia banget. Pas peluit terakhir dibunyikan saya langsung loncat-loncat. Rasanya enggak bisa dijelasin lagi," ujarnya dengan wajah penuh semangat.

Bagi Dani, gelar kali ini terasa sangat spesial. Ia bahkan telah menyiapkan nazar bersama rekan-rekannya jika Persib kembali menjadi juara.

"Habis ini saya mau dibotakin. Dari awal musim memang sudah nazar kalau Persib juara lagi," katanya sambil tertawa.

Tak hanya sorak kegembiraan, malam kemenangan Persib juga dipenuhi air mata haru. Anita, seorang Bobotoh perempuan asal Kecamatan Dukupuntang, tampak tak kuasa menahan tangis saat ribuan pendukung Persib bernyanyi bersama merayakan gelar juara.

"Jujur saya enggak bisa nahan nangis. Ini pertama kali saya ikut nobar sebesar ini, terus lihat ribuan Bobotoh nyanyi bareng, rasanya merinding," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Anita, kebersamaan yang tercipta dalam nobar membuat kemenangan Persib terasa jauh lebih emosional. Meski hanya menyaksikan melalui layar raksasa, atmosfer stadion membuat para Bobotoh seolah hadir langsung di GBLA.

Perayaan belum berhenti di Stadion Watubelah. Usai nobar, ribuan Bobotoh melanjutkan konvoi kemenangan mengelilingi wilayah Cirebon. Rute konvoi dimulai dari Stadion Watubelah Kabupaten Cirebon hingga berakhir di Stadion Bima Kota Cirebon.

Sepanjang jalan, ribuan kendaraan roda dua dan roda empat memadati ruas jalan. Klakson kendaraan bersahut-sahutan, bendera Persib berkibar dari atas motor dan mobil, sementara nyanyian kemenangan terus terdengar di sepanjang iring-iringan.

Masyarakat yang berada di pinggir jalan pun ikut menyaksikan kemeriahan tersebut. Beberapa warga tampak mengabadikan momen dengan telepon genggam, sementara anak-anak kecil ikut melambaikan tangan kepada rombongan Bobotoh yang melintas.

Malam ini, Cirebon tak sekadar menjadi tempat perayaan kemenangan sepak bola. Kota dan kabupaten di wilayah pesisir utara Jawa Barat itu berubah menjadi saksi betapa besar cinta Bobotoh kepada Persib Bandung. Gelar juara ketiga secara beruntun bukan hanya soal trofi, tetapi juga tentang kebanggaan, loyalitas, dan kebersamaan yang dirayakan ribuan hati dalam satu warna biru.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads