Persib Bandung dipastikan menghadapi tantangan berat di ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027. Hasil undian menempatkan Maung Bandung di Grup B yang dihuni sederet klub elite Asia Tenggara, termasuk tim-tim yang selama ini mendominasi kompetisi domestik di negaranya masing-masing.
Persib tergabung bersama Johor Darul Ta'zim (Malaysia), Port FC (Thailand), Lion City Sailors (Singapura), Cong An Ha Noi FC (Vietnam), PKR Svay Rieng FC (Kamboja), serta pemenang laga play-off antara Ezra FC (Laos) dan Shan United FC (Myanmar).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komposisi tersebut membuat Grup B layak disebut sebagai salah satu grup paling berat di turnamen antarklub Asia Tenggara musim ini. Sejumlah tim yang berada satu grup dengan Persib merupakan juara liga dan langganan tampil di kompetisi Asia.
Meski demikian, winger Persib Saddil Ramdani memilih menatap kompetisi tersebut dengan optimisme. Pemain Timnas Indonesia itu meyakini Persib memiliki kapasitas untuk bersaing melawan klub-klub terbaik di kawasan ASEAN.
"Saya melihat peluang Persib di ASEAN Club Championship cukup bagus. Persib adalah tim besar dengan kualitas pemain dan dukungan suporter yang luar biasa," kata Saddil, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, status Persib sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan ketat di ACC. Namun, ia menyadari tidak ada pertandingan mudah di grup yang dihuni banyak tim kuat tersebut.
"Tentu kompetisinya tidak mudah, tetapi saya yakin Persib bisa bersaing dan memberikan hasil yang terbaik jika bekerja keras di setiap pertandingan," ujarnya.
Persib memang akan berhadapan dengan lawan-lawan yang memiliki reputasi besar di Asia Tenggara. Johor Darul Ta'zim misalnya, merupakan penguasa Liga Malaysia selama lebih dari satu dekade terakhir dan rutin tampil di kompetisi level Asia.
Lion City Sailors juga dikenal sebagai salah satu kekuatan utama Singapura dalam beberapa musim terakhir. Begitu pula Cong An Ha Noi yang merupakan klub papan atas Vietnam serta PKR Svay Rieng yang menjadi salah satu tim terkuat di Kamboja.
Saddil menilai situasi tersebut justru harus disambut sebagai tantangan yang positif bagi Persib. "Memang grup yang dihadapi sangat menantang karena banyak tim yang berstatus juara di negaranya masing-masing, seperti Johor Darul Ta'zim (JDT), Lion City Sailors, Cong An Ha Noi, dan tim kuat lainnya," katanya.
Menurut Saddil, menghadapi klub-klub elite Asia Tenggara akan menjadi tolok ukur sejauh mana kualitas Persib saat ini dibandingkan dengan tim-tim terbaik di kawasan.
"Tapi justru pertandingan seperti ini bagus untuk mengukur kualitas tim. Kalau ingin berkembang dan berprestasi di level Asia, kita harus siap menghadapi lawan-lawan terbaik," ujarnya.
Bagi Persib, ACC 2026/2027 bukan sekadar kompetisi tambahan di tengah padatnya jadwal musim depan. Turnamen ini juga menjadi panggung untuk menguji kapasitas Maung Bandung di level regional setelah sukses meraih prestasi di kompetisi domestik.
Saddil menilai kehadiran klub-klub kuat dalam satu grup harus dilihat sebagai peluang, bukan ancaman. "Saya melihat ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kemampuan Persib," tegasnya.
(iqk/iqk)
