Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, melontarkan kritik tajam terhadap penampilan Cristiano Ronaldo saat Portugal ditahan imbang Republik Demokratik Kongo pada laga Grup K Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 1-1. Ronaldo gagal memberikan kontribusi maksimal bagi Selecao das Quinas dan tampil jauh dari performa terbaiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tidak mencetak gol, penyerang berusia 41 tahun tersebut juga gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Dari tiga percobaan yang dilepaskannya sepanjang laga, tidak ada yang mampu mengancam gawang Kongo.
Penampilan Ronaldo pun menjadi sorotan sejumlah pengamat, termasuk Thierry Henry. Melansir detikSport, mantan striker Arsenal dan Barcelona itu secara khusus mengkritik keputusan Ronaldo dalam sebuah situasi serangan yang dinilainya merugikan tim.
Momen tersebut terjadi saat Portugal membangun serangan dari sisi kanan. Bola kemudian dikirim ke area depan gawang dan mengarah ke Bruno Fernandes yang berada dalam posisi ideal untuk mencetak gol.
Namun, Ronaldo memilih masuk ke jalur bola dan mencoba menyelesaikan peluang tersebut sendiri. Upayanya gagal setelah sepakannya melenceng dari sasaran.
Menurut Henry, keputusan itu menunjukkan bahwa Ronaldo lebih berfokus mencetak gol pribadi dibandingkan menciptakan peluang terbaik bagi tim.
"Satu hal yang penting, orang-orang merasa gembira di rumah, tim butuh mencetak gol. Bukan Anda yang membutuhkannya," ujar Henry saat memberikan analisis pertandingan di FOX Sports, seperti dikutip A Bola.
Mantan pemain yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 itu menilai Ronaldo seharusnya bergerak ke area yang dapat membuka ruang bagi rekan setimnya.
"Karena dia ingin mencetak gol, dia masuk ke jalur Bruno Fernandes. Jika dia berlari ke dalam kotak penalti, bek akan mengikutinya dan itu bisa menjadi gol yang mudah bagi Bruno Fernandes," kata Henry.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Ronaldo di jalur umpan justru membuat situasi menjadi lebih mudah diantisipasi oleh lini pertahanan lawan.
"Karena dia ingin mencetak gol, dia masuk ke jalur umpan tarik. Anda bisa melihat ada dua pemain di sana dan situasi itu menjadi lebih mudah untuk diblok. Itulah intinya, tim yang membutuhkan gol, bukan Anda," tegasnya.
Henry juga menyoroti bahasa tubuh Bruno Fernandes setelah peluang tersebut gagal dimanfaatkan.
Menurutnya, gelandang Manchester United itu tampak kecewa karena Ronaldo tidak membiarkan bola mengalir sesuai skenario serangan yang telah terbentuk.
"Apakah Anda melihat reaksi Bruno Fernandes? Dia seperti berkata, 'Biarkan bolanya bergulir, berlarilah dan ciptakan ruang agar saya bisa menyelesaikannya'. Namun itu tidak terjadi," ujar Henry.
Hasil imbang melawan Kongo menjadi awal yang kurang meyakinkan bagi Portugal di Piala Dunia 2026. Di tengah ekspektasi besar terhadap tim yang diperkuat sejumlah pemain bintang, performa Ronaldo kini menjadi salah satu sorotan utama.
Sebagai pemain yang baru saja menyamai rekor tampil di enam edisi Piala Dunia, Ronaldo masih diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar pada pertandingan berikutnya. Namun, kritik Henry menunjukkan bahwa pengalaman dan status bintang saja tidak cukup apabila keputusan di lapangan dinilai tidak mengutamakan kepentingan tim.
Portugal kini dituntut segera bangkit jika ingin menjaga peluang melangkah jauh di turnamen, sementara Ronaldo harus membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda di panggung sepak bola terbesar dunia.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
(rin/dir)
