'Tradisi' Pemain Italia di Persib: Datang, Juara, Lalu Pergi

'Tradisi' Pemain Italia di Persib: Datang, Juara, Lalu Pergi

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 20 Jun 2026 13:00 WIB
Federico Barba.
Federico Barba. (Foto: Dok. Persib Bandung)
Bandung -

Dalam beberapa musim terakhir, pemain asal Italia selalu meninggalkan jejak manis di Persib Bandung. Meski jumlahnya tak banyak, kontribusi mereka justru berujung pada trofi juara yang kini menghuni lemari prestasi Maung Bandung.

Dua nama asal Italia yang berjasa bagi Persib adalah Stefano Beltrame dan Federico Barba. Keduanya sama-sama berhasil membawa Persib meraih gelar juara sebelum akhirnya memutuskan berpisah dengan klub kebanggaan bobotoh tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beltrame menjadi pemain Italia pertama yang ikut mengantarkan Persib menjuarai Liga 1 musim 2023/2024. Didatangkan pada paruh musim, gelandang serang kelahiran Biella itu langsung memberikan warna baru pada skema permainan Persib.

Meski hanya setengah musim merumput di Bandung, Beltrame mampu tampil dalam 16 pertandingan Liga 1 dengan torehan empat gol dan tiga assist. Kontribusinya membantu Persib bangkit pada fase krusial hingga akhirnya membungkam Madura United di partai final.

ADVERTISEMENT

Performa impresif tersebut sebenarnya membuat manajemen Persib ingin mempertahankannya. Namun, Beltrame memilih pulang ke Italia karena alasan keluarga. Kebersamaan yang singkat itu pun berakhir hanya dalam hitungan bulan.

Kini, pemain berusia 33 tahun tersebut melanjutkan kariernya di Italia bersama klub Serie D, La Biellese. Pada musim 2025/2026, Beltrame tetap menjadi andalan timnya dengan mencatat 31 penampilan dan mengemas 13 gol.

Dua musim setelah kepergian Beltrame, Persib kembali menghadirkan pemain Italia lainnya. Kali ini sosok yang datang adalah Federico Barba, bek berpengalaman yang pernah malang melintang di kompetisi kasta tertinggi Italia, Spanyol, hingga Swiss.

Barba direkrut pada awal musim 2025/2026 untuk memperkuat lini belakang Persib. Kehadirannya terbukti langsung memberikan dampak besar bagi kedalaman skuad.

Bek kelahiran Roma itu menjelma menjadi tembok kokoh di pertahanan Maung Bandung sepanjang musim. Tak hanya tangguh menjaga area belakang, Barba juga tergolong produktif dalam mencetak gol.

Di kompetisi Super League 2025/2026, Barba tampil dalam 28 pertandingan dan menyumbang lima gol. Sementara di ajang AFC Champions League Two, ia bermain sebanyak tujuh kali dan menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Persib.

Kontribusinya membantu Persib mencatat pencapaian bersejarah sebagai klub pertama yang mampu meraih gelar juara liga tiga musim berturut-turut atau three-peat.

Namun, serupa dengan kisah Beltrame, perjalanan Barba di Bandung ternyata hanya berlangsung satu musim. Setelah kontraknya berakhir, Persib dan sang pemain sepakat mengakhiri kerja sama meski manajemen sebenarnya berharap bisa mempertahankannya lebih lama.

"Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib. Dalam waktu yang relatif singkat, Barba mampu menunjukkan kualitas, karakter, dan profesionalisme yang membantu tim mencapai target besar musim ini. Ia menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang berhasil kita ukir bersama," ujar Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan dalam pernyataan resmi klub terkait kepergian Barba.

(bba/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads