Tim kebanggaan warga Tatar Galuh, PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung dalam mengarungi Liga Championship atau Liga 2. Penandatanganan kerja sama dilakukan kedua manajemen di Bumi Galuh Satria, RSOP Ciamis, Rabu (1/7/2026).
Pihak PSGC Ciamis diwakili oleh Herdiat Sunarya yang merupakan CEO PSGC, sedangkan dari Persib Bandung dihadiri langsung oleh Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.
CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya yang juga menjabat sebagai Bupati Ciamis mengaku bangga dengan kerja sama tersebut. Menurutnya, momen ini merupakan sejarah bagi Laskar Singacala dan persepakbolaan Kabupaten Ciamis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga Persib bisa membimbing kita, mengarahkan kita. Hari ini bagi PSGC merupakan hari bersejarah. Sebelumnya, beberapa waktu lalu kami sudah putus asa, kita dari Liga 3 promosi ke Liga 2, sementara di Liga 2 pengelolaan tim itu harus betul-betul profesional," ungkap Herdiat.
Herdiat menyebut, PSGC Ciamis sangat tertinggal dalam pengelolaan tim profesional dibandingkan saat terakhir kali berlaga di Divisi Utama (Liga 2) pada 10 tahun lalu. Ia pun bersyukur Persib bersedia berkolaborasi dengan PSGC.
"Persib akan membina sepak bola generasi muda melalui Elit Pro Akademi dari usia 16 sampai 20 tahun. Ini cita-cita kita sejak 20 tahun yang lalu. Kemudian home base kita akan tetap menggunakan stadion kebanggaan kita Stadion Galuh Ciamis. Lebih membahagiakan lagi tidak mengubah nama PSGC. Kami merasa tertolong dan terbantu. Ini wujud dari cita-cita kita," jelasnya.
Herdiat mengaku kerja sama tersebut di luar perkiraannya. Saat menghadapi kebutuhan pendanaan usai PSGC Ciamis lolos ke Liga 2, ia menemui dr Iman Solichin, pemilik Rumah Sakit Orthopedi (RSOP) Ciamis yang kemudian menyatakan kesiapannya menjadi sponsor utama tim.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah resmi menyepakati kerja sama PSGC Ciamis dengan Persib Bandung. Intinya bagaimana kita belajar mengelola klub secara profesional. Alhamdulillah Persib dengan manajemennya mau membimbing kita," kata Herdiat.
Dalam kerja sama ini, PSGC Ciamis akan mendapatkan dukungan dari Persib Bandung, mulai dari sisi tata kelola manajemen profesional, komposisi pemain, hingga kepelatihan.
Sementara itu, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan menjelaskan bahwa kerja sama ini diputuskan setelah melalui diskusi internal yang cukup panjang di pihak Persib. Ia berharap kolaborasi ini dapat terjalin dalam jangka panjang.
"Kami mencari klub di Jawa Barat, road maps kami tim satelit itu harus terbangun tahun ini. Kami bertemu berdiskusi akhirnya kami sepakati," kata Adhitia.
Menurut Adhit, ada tiga poin utama dalam kerja sama Persib dan PSGC. Pertama, kolaborasi tata kelola klub sepak bola profesional. Kedua, PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib, di mana dukungan akan diberikan dari sisi pemain dan manajemen, termasuk keterlibatan tim utama dalam penentuan pemain. Pemain yang dikirim ke PSGC merupakan gabungan pemain muda potensial dan pemain senior Persib. Ketiga, pembangunan akademi sepak bola di Ciamis.
"Pemain senior juga akan kami kirim ke PSGC Ciamis. Gabungan pemain muda dan pemain senior Persib. Pembinaan usia muda, menit bermain itu penting. Pemain muda Persib potensial itu butuh menit main. Momen yang tetap itu, mungkin pemain muda potensial kami akan bermain 100 persen main di PSGC. Kami akan membangun akademi Ciamis. Kami menurunkan kurikulum akademi Persib," jelasnya.
Adhitia akan segera mengumumkan tim kepelatihan dan mulai berburu pemain terbaik. Setelah seluruh proses persiapan rampung, agenda selanjutnya adalah menggelar pertandingan persahabatan antara Persib Bandung melawan PSGC Ciamis.
Sponsor PSGC Ciamis, dr Iman Solichin menyatakan bahwa keputusannya untuk mendukung Laskar Singacala lahir dari kecintaan terhadap tanah kelahirannya, yakni Kabupaten Ciamis.
"Kenapa tertarik, bupati sebagai bapaknya Ciamis sangat mencintai Ciamis. Di Persib sedang dibangun karakter, kita berharap dalam manajemen PSGC Ciamis juga bisa mengikuti apa yang sedang dibangun oleh Persib Bandung ini, yakni pembentukan karakter pemain," ujar Iman.
(sud/sud)
