Gagal Promosi dan Deja Vu Mimpi Buruk Persigar di Yogyakarta

Gagal Promosi dan Deja Vu Mimpi Buruk Persigar di Yogyakarta

Hakim Ghani - detikJabar
Jumat, 03 Jul 2026 12:30 WIB
Logo Persigar Garut.
Logo Persigar Garut. (Foto: ChatGPT)
Garut -

Persigar Garut dipastikan gagal promosi ke Liga Nusantara musim depan setelah tak mampu menang di dua dari tiga laga babak 8 besar Liga 4 Piala Presiden 2026. Kegagalan ini serupa dengan yang mereka alami pada 2014 silam.

Mimpi Persigar bermain di Liga Nusantara pupus setelah mereka takluk dengan skor tipis 1-0 dari Pasuruan United dalam laga yang digelar di Stadion Mandala Krida, Kamis (2/7) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum kalah dari Pasuruan United, tim berjuluk Laskar Domba Garut itu juga kalah pada pertandingan pertama Grup A Babak 8 Besar Liga 4 Piala Presiden kala bersua sesama tim asal Jawa Barat, Pesik Kuningan, dengan skor 2-0.

Sebenarnya, Persigar masih menyisakan satu pertandingan yang akan dijalani. Mereka akan berhadapan dengan Persipani Paniai. Namun, apa pun hasil dari laga tersebut tidak akan mampu menolong Persigar dari ketertinggalan poin para pesaingnya.

ADVERTISEMENT

Sekadar diketahui, PSSI sendiri sebagai penyelenggara liga menyediakan 6 tiket promosi ke Liga Nusantara musim depan. Itu artinya, dari 8 tim Liga 4 yang terbagi ke dalam dua grup di babak 8 besar, tiga tim dengan peringkat terbaik di setiap grupnyalah yang berhak mendapatkan tiket tersebut.

Saat ini, Persigar berada di dasar klasemen dengan poin 0. Peringkat pertama dan kedua dihuni Pesik Kuningan dan Persipani Paniai yang sama-sama mengoleksi poin 4, serta Pasuruan United yang berada di peringkat ketiga dengan poin 3.

Pertandingan Persigar versus Persipani yang akan digelar di akhir pekan nanti tidak akan mengubah posisi Persigar. Sebab, meskipun Persigar mampu menang dari Persipani dan Pasuruan United kalah dari Pesik Kuningan, Persigar tetap tidak beranjak dari posisi juru kunci karena kalah head to head dari Pasuruan United yang dilatih Bio Paulin tersebut.

Kuda Hitam yang Kejutkan Banyak Pesaing

Jika ditarik mundur, Persigar sendiri berstatus sebagai tim kuda hitam di turnamen ini. Tim asuhan Asep Angga Permadi ini bahkan diprediksi akan angkat koper sejak babak 64 besar lalu, mengingat para pesaingnya yang berstatus jawara dari setiap provinsi yang ikut serta.

"Kita memang tidak diunggulkan sejak awal. Tapi Alhamdulillah, anak-anak bekerja keras dan bisa melawan," kata pelatih Persigar, Angga.

Di babak 64 besar, Persigar satu grup dengan Bolsel FC, PSAP Sigli, dan tuan rumah Pasuruan United. Hasilnya, Persigar menduduki peringkat pertama Grup N dengan poin 4, hasil dari menang 3-2 atas Bolsel FC, menahan imbang PSAP dengan skor 1-1, dan kalah dari Pasuruan United dengan skor 1-0.

Masuk ke babak 32 besar, tantangan lebih berat kemudian dihadapi. Bermain di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, Persigar satu grup dengan Persemay Maybrat, Persepam Pamekasan, dan tuan rumah Persikoba Batu asuhan Arif Suyono.

Hasilnya, lagi-lagi Persigar berhasil menyingkirkan para pesaingnya. Laskar Domba Garut keluar sebagai pemimpin grup dengan poin 5, hasil menang sekali menghadapi Persemay 1-0, serta imbang dua kali menghadapi Persikoba dan Persepam, masing-masing dengan skor sama, 0-0.

Hasil itu cukup untuk membawa Persigar lolos ke babak 16 besar. Di tahap ini, Persigar kemudian satu grup dengan Wamena United, Persak Kebumen, dan tuan rumah Persinga Ngawi.

Persigar sanggup meraih poin 5 dari hasil menang 2-0 atas Persak Kebumen, serta imbang dua kali dengan skor sama 1-1 kala bersua Persinga dan Wamena United.

Lalu, Persigar lolos ke babak 8 besar dan akhirnya harus tersingkir di babak ini. Torehan tersebut cukup mentereng, mengingat Persigar berstatus tim peringkat keenam dari Liga 4 Piala Gubernur Jabar musim ini.

Deja Vu Mimpi Buruk di Yogyakarta

Torehan Persigar mencapai babak 8 besar kasta kompetisi terbawah sepak bola Indonesia ini bukan sekali ini saja diraih. Sebelumnya, pada tahun 2014 lalu, Persigar juga masuk 8 besar, tapi bernasib sama.

Di musim kompetisi yang saat itu bernama Liga Nusantara, Persigar tampil apik di babak regional hingga Jawa-Bali dengan menggilas lawan-lawannya tanpa ampun.

Mulai dari Persitas Tasikmalaya, Persibas Banyumas, hingga Persija Muda berhasil mereka kalahkan hingga akhirnya menembus babak 8 besar.

Di babak tersebut, Persigar satu grup dengan Perserang Serang, PS Badung dari Bali, serta Perssu Sumenep. Regulasinya sama. Dari 8 tim yang terbagi ke dalam dua grup, tiga tim teratas dari masing-masing grup berhak atas tiket promosi ke Divisi Utama, atau sekarang bernama Championship.

Namun sayang, skuad Persigar yang kala itu dilatih legenda Persib Bandung asal Cikajang, Garut, Uut Kuswendi, gagal meraih kemenangan dari tiga laga yang dijalani.

Persigar ditahan imbang dua kali oleh PS Badung (1-1) dan Perssu (2-2), serta kalah sekali kala bertemu Perserang di laga perdana (2-1). Dua poin yang diraih saat itu tak mampu mengantarkan Persigar ke Divisi Utama.

Ada fakta menarik di antara dua momen kegagalan Persigar baik di musim 2014 maupun 2026. Yakni, Persigar selalu gagal untuk promosi saat bermain di Yogyakarta.

Di musim ini, Persigar mengubur mimpinya di Stadion Mandala Krida. Sedangkan pada tahun 2014 lalu, perjuangan Persigar kandas di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.

Semangat Lokal dan Mengintip Peluang Masuk Liga Nusantara

Ketua Umum Persigar, Rudy Gunawan, mengaku bangga dengan capaian anak asuhnya saat ini, meskipun di saat yang bersamaan Rudy kecewa karena Persigar gagal lolos ke Liga Nusantara.

"Ini adalah pertandingan, ada kalah ada menang. Tentu kami kecewa tidak bisa lolos ke Liga 3, tapi semangat ini tidak akan padam," kata Rudy Gunawan.

Rudy mengatakan, sejak pertama kali dibentuk di pertengahan tahun 2025 lalu, skuad Persigar Garut musim ini menggelorakan semangat lokal. Rudy mempercayakan tim pelatih untuk meramu tim dengan mayoritas pemain asli Garut.

"Mulai dari pelatih, pemain sampai apparel semuanya lokal. Sehingga tim ini bersemangat dan penuh energi kedaerahan yang kuat," katanya.

Kendati saat ini dipastikan tersingkir dari persaingan menuju Liga Nusantara, Rudy Gunawan mengaku masih memiliki asa untuk bisa promosi musim ini.

Sebab, kata Rudy, pihaknya menerima informasi bahwa banyak tim yang musim depan berlaga di Liga Nusantara dalam kondisi tidak baik secara finansial dan kesiapan.

"Informasinya ada beberapa tim yang diragukan kesiapannya untuk berlaga di Liga 3. Tentunya, jika PSSI menunjuk kami sebagai salah satu dari 8 tim terbaik dari Liga 4, kami sangat siap. Kami memiliki kemampuan manajerial tim yang mumpuni," pungkas Rudy.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads