Bangga! Bola Trionda Piala Dunia 2026 Ternyata Dibuat di Indonesia

Bangga! Bola Trionda Piala Dunia 2026 Ternyata Dibuat di Indonesia

Tim detikJatim - detikJabar
Minggu, 05 Jul 2026 08:00 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 32 - Switzerland v Algeria - BC Place, Vancouver, Canada - July 2, 2026 A close-up of the match balls inside the stadium before the match REUTERS/Lee Smith
Bola Piala Dunia 2026 (Foto: Lee Smith/REUTERS)
Madiun -

Banyak mata tertuju pada aksi para pemain di Piala Dunia 2026. Namun di balik pertandingan yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, ada kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Bola resmi yang digunakan sepanjang turnamen ternyata diproduksi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kepercayaan tersebut kembali diberikan Adidas kepada PT Global Way Indonesia (GWI) yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Pabrik tersebut memproduksi bola resmi Piala Dunia 2026 bernama Trionda, melanjutkan kesuksesan mereka setelah sebelumnya membuat Al Rihla, bola resmi Piala Dunia 2022 di Qatar.

Keberhasilan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi perlengkapan olahraga kelas dunia. Bola yang digunakan oleh para pemain terbaik dunia di panggung Piala Dunia lahir dari tangan-tangan pekerja lokal di Madiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Person In Charge (PIC) PT Global Way Indonesia, Desy, membenarkan bahwa seluruh proses produksi Trionda telah selesai sebelum turnamen dimulai.

ADVERTISEMENT

"Iya (betul PT GWI yang produksi. Sudah selesai produksinya, karena sudah main bolanya (Piala Dunianya)," ujar Desy saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (3/7/2026).

Meski demikian, pihak perusahaan tidak bersedia mengungkap jumlah bola yang diproduksi karena terikat aturan internal perusahaan.

"Mohon maaf. Sesuai kebijakan perusahaan, seluruh informasi kepada media hanya dapat disampaikan oleh beliau (General Manager). Kebetulan beliau sedang dinas ke luar negeri," tandas Desy.

Jadi Basis Produksi Bola Piala Dunia

PT GWI Madiun, produsen Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026.PT GWI Madiun, produsen Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026. Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)

Kepercayaan Adidas kepada PT Global Way Indonesia bukanlah hal baru. Perusahaan tersebut telah menjalin kerja sama dengan Adidas selama hampir tiga dekade dan sudah empat kali terlibat dalam penyediaan perlengkapan untuk ajang Piala Dunia.

Sebelum 2014, proses produksi dilakukan di China. Namun sejak Piala Dunia 2014, kemudian berlanjut pada edisi 2022 dan 2026, Indonesia dipercaya menjadi lokasi utama produksi bola resmi turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.

Pabrik PT GWI sendiri mulai dibangun di Madiun pada 2019 dan mulai beroperasi pada 2020. Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 5,2 hektare di Jalan Raya Pilangkenceng-Caruban itu menggantikan pabrik lama perusahaan di Surabaya.

Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Selain mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, keberadaan PT Global Way Indonesia juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar.

Perusahaan saat ini mempekerjakan sekitar 2.600 karyawan. Menariknya, sekitar 90 persen di antaranya merupakan warga asli Kabupaten Madiun, sehingga industri berorientasi ekspor tersebut ikut membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar bagi masyarakat lokal.

Seluruh produk yang dihasilkan dari pabrik ini ditujukan untuk pasar ekspor dan tidak dipasarkan di dalam negeri.

Trionda Dibekali Teknologi Modern

Bola resmi Piala Dunia 2026 mengusung nama Trionda. Nama tersebut merupakan gabungan kata "tri" yang melambangkan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta kata "onda" yang berarti gelombang dalam bahasa Spanyol.

Tidak hanya hadir dengan desain baru, Trionda juga dibekali teknologi mutakhir. Di dalam bola tertanam sensor elektronik berpresisi tinggi yang mampu merekam setiap pergerakan bola secara real-time selama pertandingan berlangsung.

Data yang dikumpulkan sensor tersebut langsung dikirim ke sistem Video Assistant Referee (VAR) untuk membantu wasit mengambil keputusan secara lebih akurat, termasuk dalam situasi yang membutuhkan analisis pergerakan bola secara detail.

Artikel ini telah tayang di detikJatim.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads