Di Kota Bandung punya banyak nama jalan yang begitu terkenal. Namun, tak semua orang tahu jika jalan yang terkenal itu justru punya nama lain.
Umumnya, itu terjadi karena adanya perubahan nama jalan. Namun, ada dua konsekuensi yang terjadi dari perubahan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsekuensi pertama, mayoritas warga akan lebih mengingat nama baru dari suatu jalan. Atau sebaliknya, warga justru tetap lebih familiar mengingatnya dengan nama lama.
Berikut ini nama-nama jalan di Kota Bandung yang mungkin kamu belum tahu:
Jalan Ciateul (Jalan Ibu Inggit Garnasih)
Banyak orang Bandung masih lebih akrab dengan nama Jalan Ciateul dibandingkan Jalan Ibu Inggit Garnasih. Nama resminya diberikan untuk mengenang Inggit Garnasih, sosok penting yang turut berjuang di masa penjajahan.
Inggit Garnasih sendiri diketahui pernah menikah dengan Soekarno. Pernikahannya bertahan dalam kurun 1923-1943.
Jalan Kopo (Jalan KH Wahid Hasyim)
Meski papan nama menunjukkan Jalan KH Wahid Hasyim, sebagian besar warga tetap menyebutnya Jalan Kopo. Nama Kopo sendiri sudah digunakan sejak lama dan melekat kuat sebagai penanda kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk utama Bandung dari arah barat.
KH Wahid Hasyim sendiri diketahui merupakan nama pahlawan. Penyematan namanya menjadi jalan dimaksudkan sebagai penghargaan sekaligus penghormatan dari Pemkot Bandung.
Jalan Kiaracondong (Jalan Ibrahim Adjie)
Nama resmi Jalan Ibrahim Adjie digunakan untuk menghormati Ibrahim Adjie yang pernah menjabat Panglima Kodam Siliwangi. Namun dalam percakapan sehari-hari, masyarakat masih lebih sering menggunakan nama Jalan Kiaracondong karena merujuk langsung pada kawasan yang dilintasinya.
Jika dibuat lebih ringkas, nama Kiaracondong biasa disebut dengan sebutan Jalan Kircon atau Kircon saja. Umumnya, orang Bandung akan tahu di mana daerah ini.
Jalan Pasirkaliki (Jalan HOS Cokroaminoto)
Jika mendengar nama Pasirkaliki atau 'Paskal', hampir semua warga Bandung langsung tahu lokasinya. Padahal nama resmi jalan tersebut adalah Jalan HOS Cokroaminoto, yang diambil dari nama H.O.S. Tjokroaminoto, salah satu tokoh besar pergerakan nasional Indonesia.
Jalan Ujungberung (Jalan AH Nasution)
Nama resmi Jalan AH Nasution diberikan untuk mengenang Abdul Haris Nasution, salah satu tokoh militer berpengaruh di Indonesia. Meski begitu, banyak warga masih menyebutnya Jalan Ujungberung karena jalan tersebut memang menjadi akses utama menuju kawasan Ujungberung.
Jalan ini juga kerap disingkat. Warga Bandung biasanya menyebut dengan nama Uber.
