Jangan Pakai Sandal Jepit Kalau Liburan ke Sini

Kabar Internasional

Jangan Pakai Sandal Jepit Kalau Liburan ke Sini

Hestianingsih Hestianingsih - detikJabar
Sabtu, 27 Jun 2026 21:30 WIB
Pemandangan laut dari desa Manarola, salah satu dari lima kota di wilayah Cinque Terre di pesisir Italia. Pemandangan ini menangkap rumah-rumah berwarna-warni di tepi tebing di provinsi La Spezia, Liguria, dengan latar belakang hari musim panas yang cerah dengan langit biru dan awan putih. Manarola dikenal karena keindahan pemandangan dan arsitektur tradisionalnya, menjadi tujuan wisata terkenal yang mew exemplifies pesona khas Riviera Italia.
Cinque Terre di pesisir Italia (Foto: Getty Images/serts)
Jakarta -

Sandal jepit menjadi salah satu alas kaki favorit saat liburan. Ringan, praktis, dan nyaman dipakai berjalan-jalan, sandal jenis ini kerap menjadi pilihan wisatawan ketika menjelajahi berbagai destinasi, terutama di kawasan pantai.

Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan jika Anda berencana berlibur ke Cinque Terre National Park di Italia. Melansir Wolipop, di kawasan wisata yang terkenal dengan pemandangan laut dan desa-desa berwarna-warni itu, memakai sandal jepit justru bisa berujung pada denda yang nilainya tidak main-main.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas taman nasional melarang wisatawan mengenakan sandal jepit maupun alas kaki lain yang dianggap tidak sesuai saat melintasi jalur pendakian. Pengunjung yang melanggar aturan tersebut dapat dikenai denda hingga 2.500 euro atau sekitar Rp51 juta.

Cinque Terre yang berada di pesisir Riviera Italia memang menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di negara tersebut. Selain menawarkan panorama Laut Liguria yang memukau, kawasan ini juga dikenal memiliki jaringan jalur pendakian yang menghubungkan lima desa bersejarah di sepanjang tebing pantai.

ADVERTISEMENT

Di balik keindahannya, jalur-jalur tersebut memiliki medan yang cukup menantang. Banyak lintasan berupa jalan setapak yang sempit, curam, berbatu, dan licin sehingga memerlukan alas kaki yang mampu memberikan pijakan yang stabil.

Menurut laporan Travel + Leisure, aturan mengenai penggunaan alas kaki sebenarnya telah diberlakukan sejak 2019. Kebijakan itu diterapkan setelah pihak pengelola taman nasional menilai masih banyak wisatawan yang nekat mendaki menggunakan sandal jepit atau sandal bertali, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

"Jalur-jalur ini cukup sulit, bahkan dalam beberapa kasus mirip dengan jalur pendakian gunung," kata Direktur Taman Nasional Cinque Terre, Patrizio Scarpellini, seperti dikutip People.

"Karena itu, sangat penting menggunakan sepatu yang tepat!" tegasnya.

Untuk memastikan aturan tersebut dipatuhi, pengelola taman nasional telah memasang berbagai poster peringatan di sejumlah titik kawasan wisata. Informasi mengenai larangan penggunaan sandal jepit juga akan ditampilkan kepada wisatawan saat membeli tiket masuk secara daring.

Selain memilih alas kaki yang sesuai, pengunjung juga diimbau menyesuaikan jalur pendakian dengan kemampuan fisik masing-masing. Wisatawan disarankan mengenakan sepatu hiking, membawa tabir surya, topi, air minum, makanan, serta perlengkapan lain yang diperlukan selama perjalanan.

"Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pengalaman pengunjung sekaligus menjamin keselamatan dengan menghindari persimpangan berbahaya dan kemacetan di jalur yang sempit dan curam," jelas pihak pengelola.

Bagi wisatawan yang berencana menikmati keindahan Cinque Terre pada musim panas, memilih alas kaki yang tepat bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga menjadi syarat penting agar perjalanan tetap aman sekaligus terhindar dari denda yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Artikel ini sudah tayang di Wolipop




(hst/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads