Parkir Pantai Pangandaran Carut-marut, Wisatawan Abaikan Larangan

Parkir Pantai Pangandaran Carut-marut, Wisatawan Abaikan Larangan

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 07 Jul 2026 12:15 WIB
Kondisi parkir kendaraan yang semrawut di Pangandaran
Kondisi parkir kendaraan yang semrawut di Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).
Pangandaran -

Kondisi kantong parkir di objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan tajam. Pasalnya, tata kelola kendaraan di kawasan primadona wisata ini dinilai kembali semrawut dan tidak teratur.

Tanda larangan parkir di bahu jalan kawasan Pantai Pangandaran kini seolah hanya menjadi pajangan. Padahal, pada momentum libur Lebaran 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran sempat bersikap tegas dengan melarang keras kendaraan parkir di area tersebut.

Pemerintah daerah sebenarnya telah menyediakan kantong parkir terpusat di eks Pasar Wisata. Namun, fasilitas ini dikeluhkan wisatawan karena lokasinya yang dianggap terlalu jauh. Meski layanan shuttle menuju hotel sudah disiapkan, mayoritas pelancong tetap memilih parkir di lokasi yang lebih dekat dengan bibir pantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pantauan detikJabar pada Selasa (7/7/2026) pagi pukul 08.30 WIB, suasana bahu jalan dari pantai timur hingga barat kembali disesaki kendaraan. Keberadaan water barrier yang dipasang sebagai pembatas pun tak lagi dihiraukan oleh para wisatawan.

Ironisnya, tidak terlihat adanya petugas resmi dari Pemerintah Daerah yang berjaga untuk mengatur lalu lintas di lokasi. Padahal, dalam tiket masuk yang dibayar wisatawan, sudah tercantum keterangan fasilitas parkir gratis.

ADVERTISEMENT

Deretan mobil tampak terparkir memanjang di sisi jalan wisata, mengabaikan rambu larangan parkir dan pembatas jalan yang ada di sejumlah titik.

Salah seorang wisatawan, Kurdi Hermawan (44), mengaku sengaja memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Alasan utamanya adalah kepraktisan agar lebih dekat dengan area pantai.

"Kebetulan tidak ada petugas, jadi kita pilih parkir di sini, lebih dekat pantai," ujar Kurdi, Selasa (7/7/2026).

Pemandangan ini berbanding terbalik dengan area parkir resmi di kawasan eks Pasar Wisata (PW) Pangandaran yang justru tampak lengang. Hanya terlihat beberapa unit minibus dan bus besar yang memanfaatkan lahan parkir luas tersebut.

Kondisi di lapangan ini jelas bertolak belakang dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang sebelumnya berkomitmen mensterilkan bahu jalan dan sepanjang kawasan pantai dari kendaraan wisatawan.

Sebelumnya, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, telah menegaskan bahwa kendaraan wisatawan tidak diperbolehkan lagi parkir di bahu jalan maupun pinggir pantai. Menurut Citra, penataan sistem parkir adalah prioritas utama demi menciptakan kawasan wisata yang lebih tertib dan nyaman.

Pemkab Pangandaran pun telah menetapkan eks Pasar Wisata sebagai lokasi parkir terpusat. Langkah ini diambil untuk menekan angka kemacetan sekaligus mempercantik wajah kawasan wisata kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Namun, fakta di lapangan pada momentum libur sekolah kali ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi. Wisatawan masih cenderung memilih parkir di bahu jalan karena dianggap lebih praktis.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi dan Infrastruktur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Irna Kusmayanti, membenarkan bahwa situasi liburan sekolah kali ini memang tidak terkendali.

"Kondisinya betul-betul carut marut. Hal ini terjadi karena perugas di lapangan tidak dikondisikan secara maksimal seperti libur lebaran kemarin," ucap Irna melalui pesan WhatsApp.

Irna menjelaskan bahwa kunjungan akhir pekan kali ini di luar prediksi, yakni mencapai 38 ribu wisatawan. Meski angka ini masih di bawah puncak libur Lebaran kemarin yang menembus 68 ribu pengunjung, namun pengaturan di lapangan tetap kewalahan.

Ia menilai kekacauan ini dipicu oleh berkurangnya jumlah personel pengawasan, mengingat status libur sekolah dianggap sama dengan liburan akhir pekan biasa. Selain itu, Disparbud juga menyayangkan sikap para pelaku usaha yang dinilai abai terhadap regulasi.

Manuver kendaraan besar yang memaksa masuk ke jalur pantai juga dituding menjadi sumbu utama kemacetan.

"Seharusnya bus besar pariwisata dan kendaraa diarahkan ke pantai sentral eks pasar wisata. Tidak dibiarkan masuk ke area pantai. Karena itu memicu kemacetan," katanya.

Irna pun mendesak adanya koordinasi lintas sektoral yang lebih solid untuk mengevaluasi manajemen lalu lintas ini. "Tanpa adanya tindakan tegas terhadap parkir liar, upaya pemda untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan di Pangandaran dipastikan akan terus membentur," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Menikmati Ketenangan Objek Wisata Candidasa Bali di Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads