Gas Melon Meledak di Pekalongan, Balita Tewas-3 Korban Luka Bakar

Gas Melon Meledak di Pekalongan, Balita Tewas-3 Korban Luka Bakar

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 03 Nov 2025 15:39 WIB
Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan gas melon di salah satu kamar kos di Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (3/11/2025).
Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan gas melon di salah satu kamar kos di Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (03/11/2025). Foto: Robby Bernardi/detikJateng.
Pekalongan -

Seorang balita usia 3 tahun meninggal akibat ledakan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di wilayah Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Minggu (2/11) sore. Selain itu, tiga orang lainnya yang masih satu keluarga mengalami luka bakar serius.

Korban meninggal diketahui bernama Harisan Arka usia 3 tahun. Sedangkan ayahnya yakni Fatidhotul Ilmi Lahiran (38), ibunya Halimatus Sa'diyah (31), serta adiknya yang masih berusia 4 bulan mengalami luka bakar serius.

Ketiganya masih dalam perawatan RSUD Bendan. Korban merupakan warga Simbah Wetan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Sementara, kejadian terjadi di tempat kos di Gang 1 Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Aries Tri Hartanto, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (2/11). Namun,pihaknya sendiri baru mengetahui dari sosial media.

"Kami mengetahui kejadian ini dari media sosial. Setelah itu, kami mendatangi TKP. Kejadiannya hari Minggu, tanggal 2 November, sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Aries saat ditemui di lokasi, Senin (3/11/2025).

ADVERTISEMENT

Dijelaskan Aries, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat keluarga tersebut sedang memasak di dalam rumah kontrakan. Ruangan berukuran sekitar 2,8 x 2,8 meter itu dalam kondisi tertutup. Diduga, terjadi kebocoran gas elpiji yang kemudian terpantik api saat kompor dinyalakan.

"Akhirnya terjadi ledakan dan mereka mengalami luka bakar. Warga segera menolong dan membawa korban ke RS Bendan. Namun, sekitar malam harinya, korban atas nama Harisan Arka dinyatakan meninggal dunia. Sementara bapak, ibu, dan adiknya masih dirawat di RSUD Bendan," jelas Aries.

Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan gas melon di salah satu kamar kos di Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (3/11/2025).Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan gas melon di salah satu kamar kos di Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (3/11/2025). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Sementara itu, saksi mata yang juga tetangga korban, Baysroh (49), mengungkapkan sebelum terjadi ledakan dirinya melihat keempat korban usia berpergian, terus masuk kamar kos. Tidak lama kemudian, terdengar ledakan yang keras bersumber dari dalam kamar.

"Saya dengar suara ledakan, terus saya lari keluar lihat api. Saya teriak-teriak minta tolong, 'Ada orangnya di dalam!' saat itu warga akan langsung menjebol, bilang ada orang di dalam," katanya.

Atas upaya warga setempat, akhirnya pintu kamar bisa dibuka.

"Akhirnya mereka bisa keluar, tapi kondisinya luka bakar," tutur Baysroh.

Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan gas melon di salah satu kamar kos di Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (3/11/2025).Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan gas melon di salah satu kamar kos di Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (3/11/2025). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Menurutnya, ruangan yang menjadi lokasi ledakan digunakan sebagai tempat tidur sekaligus dapur.

"Iya, di situ buat masak juga. Namanya kontrakan sempit. Ya namanya kos-kosan untuk seorang, ya sempit. Biasa untuk anak magang," ujarnya.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebocoran gas dan memastikan kondisi keselamatan penghuni rumah lain di sekitar lokasi.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads