Video bernarasi ribuan ikan mati di perairan Sayung, Kabupaten Demak, beredar di media sosial. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak pun buka suara mengenai itu.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infodemakraya. Dalam video itu terlihat banyak ikan berwarna pucat dalam kondisi mengambang. Sebagian besar berada di tepian pantai.
"Dalam 3 hari terakhir warga Sayung Demak dihebohkan matinya ikan laut secara misterius," tulis akun Instagram @infodemakraya dilihat detikJateng, Jumat (28/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak, Sudarwanto buka suara terkait hal tersebut. Menurut dia, fenomena itu baru terjadi tadi malam.
"Baru, kejadiannya baru tadi malam. (Belum berhari-hari, Pak?) Belum, baru tadi malam kok," kata Sudarwanto saat ditelepon detikJateng, Jumat (28/11/2025).
Sudarwanto menyebut fenomena itu terjadi di wilayah Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Hari ini pihaknya sedang memeriksa sampel air di lokasi tersebut.
"(Lokasi) Desa Bedono Dukuh Tonosari, bukan tambak produksi, (tetapi) untuk persiapan kolam retensi, untuk persiapan menampung lumpur kolam retensi. (Itu) lahan sudah tidak produktif, Jadi bukan tambak ikan," ujar dia.
"Ini ada tim, saya bawa alat lab, kemudian cah (anak) biologi, kemudian cah teknik lingkungan belum sampai ke kantor. Nanti dari Bedono tak (saya) kabari. Berangkat tadi satu satu rombongan. Teman-teman bawa alat-alat untuk uji lab air," sambungnya.
Sudarwanto menduga fenomena ribuan ikan mati itu berkaitan dengan pembangunan jalan tol di wilayah perairan tersebut.
"Kalau menurut teori, ini teori loh, coba saya teori, itu karena sudah tolnya sudah nyambung, ya kan? Dia kan otomatis (terjadi) cekungan. Itu cekungan yang tidak bisa sirkulasi air laut masuk, air dari payau juga masuk, bertukar dengan air laut," ucap Sudarwanto.
"Sehingga salinitasnya (tingkat keasinan suatu perairan) berubah, kemudian suhunya juga juga berubah, (ikannya) kaget. Kalau teorinya seperti itu. Coba nanti di kita kroscek lagi ya," imbuhnya.
Sudarwanto mengaku belum tahu jenis ikan apa saja yang mati di perairan tersebut.
"Nanti COD-nya (chemical oxygen demand) berapa, salinitasnya berapa, dan sebagainya nanti detail tak kabari. (Jenis ikan apa yang mati?) Belum tahu," pungkas dia.
(dil/ahr)
