Wagub Jateng soal Huntara Korban Longsor Cilacap-Banjarnegara: Nunggu Lahan

Wagub Jateng soal Huntara Korban Longsor Cilacap-Banjarnegara: Nunggu Lahan

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 28 Nov 2025 15:51 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin di Kantor DPRD Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (28/11/2025).
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin di Kantor DPRD Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (28/11/2025). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, mengungkapkan kerugian akibat bencana longsor Banjarnegara dan Cilacap mencapai miliaran rupiah. Pemprov Jateng pun tengah menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi para korban.

"(Berapa kerugian longsor Banjarnegara-Cilacap?) Sampai miliaran pasti. (Puluhan atau belasan?) Itu nanti dipastikan lagi," kata Gus Yasin di Kantor DPRD Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (28/11/2025).

Terkait rencana hunian sementara bagi para korban, Pemprov Jateng juga masih mencari lahan yang akan digunakan. Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan Menteri PU dan BNPB terkait pengadaan huntara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita koordinasi kemarin dengan Menteri PU, lalu dengan BNPB sudah ada kesepakatan, tinggal kita mendorong di Kabupaten/Kota untuk memastikan lahannya," tuturnya.

ADVERTISEMENT

"Sehingga ketika nanti lahan benar-benar sesuai dengan aturan-aturan yang diundangkan, maka segera akan dibangun. Itu saja tinggal nunggu huntaranya," lanjutnya.

Menurutnya, huntara untuk korban bencana longsor di Cilacap dan Banjarnegara itu juga nantinya akan didorong untuk menjadi hunian tetap (huntap).

"Jadi huntara kan kita masih nunggu lahannya. Hitungan kerugiannya sudah ada semua. Tinggal kita nunggu aja tadi huntara nanti menjadi hunian tetap," tuturnya.

Untuk diketahui, longsor melanda Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap pada Kamis (13/11) lalu. Dilaporkan 21 korban tewas. Hingga pencarian resmi ditutup pada 22 November 2025, dua orang masih belum ditemukan.

Sedangkan di Banjarnegara, longsor terjadi di Desa Pandanarum hari Minggu (16/11) lalu. Hingga pencarian resmi ditutup Selasa (25/11), 17 orang meninggal dunia dan 11 orang tidak ditemukan.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads