Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Seni (47) yang menjadi korban eksploitasi 20 tahun di Malaysia belum bisa kembali kampung halamannya di Temanggung. Pasalnya, keterangan seni masih dibutuhkan di pengadilan setempat sebagai saksi kunci.
Hal itu diungkapkan Bupati Temanggung, Agus Setyawan, yang biasa disapa Agus Gondrong. Istrinya, Panca Dewi mendampingi anak Seni, Riki Alfian dan keponakannya, Lilin Triyanah ke Malaysia. Usai berhasil bertemu Seni mereka kembali ke Indonesia dan tiba di bandara YIA hari Selasa (9/12) sore kemarin.
Agus menjelaskan, pihaknya sejauh ini aktif berkomunikasi untuk memperoleh perkembangan informasi terkait Seni. Dia menjelaskan, proses hukum masih berjalan di Malaysia dan Seni menjadi saksi kunci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya memang sudah bertemu di Malaysia. Namun, saat ini pihak keluarga diminta untuk bersabar karena Ibu Seni adalah saksi kunci atas kasus yang proses hukumnya terus berjalan di pengadilan setempat. Keterangan beliau sangat dibutuhkan," kata Agus Gondrong dalam keterangannya diterima detikJateng, Rabu (10/12/2025).
"Semoga Bu Seni juga memperoleh keadilan seadil-adilnya. Dan hak-hak selama beliau bekerja dapat terpenuhi sebagai modal hidup ke depan," harap Agus Gondrong.
Bupati Temanggung Agus Setyawan alias Agus Gondrong menjemput anak TKI Seni, Riki dan keponakannya, Lilin usai dari Malaysia di YIA, Kulon Progo, Selasa (9/12/2025). Foto: Dok Prokompim Pemkab Temanggung |
Hal senada disampaikan istri Agus Gondrong, Panca Dewi. Menurutnya, Seni dapat dipulangkan ke Tanah Air apabila proses peradilan yang saat ini masih terus berjalan di Malaysia dapat benar-benar tuntas.
"Saat ini status Bu Seni di Pengadilan Malaysia adalah saksi kunci," katanya.
"Jadi, nanti saat semuanya benar-benar selesai dan keterangan korban dianggap sudah cukup, beliau dapat dipulangkan ke Indonesia," pungkasnya.
Untuk diketahui, Seni yang merupakan warga Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung menjadi TKI di Malaysia. Sekitar 21 tahun lalu ia rela merantau ke Malaysia meninggalkan anaknya Riki yang berusia sekitar 3 tahun untuk memperbaiki perekonomian keluarga.
Semenjak menjadi TKI, pada awalnya komunikasi masih bisa berlangsung. Namun kemudian lama-kelamaan tak ada komunikasi dan keluarga kehilangan kontak kurang lebih sekitar 21 tahun.
Kemudian setelah kedua majikannya ditangkap aparat setempat, keluarga pun memperoleh kabar Seni masih hidup. Selanjutnya anaknya Riki dan keponakannya, Lilin dengan difasilitasi Pemkab Temanggung bisa bertemu dengan Seni.
(alg/apl)

