PB XIV Mangkubumi Belum Ada Upacara Jumenengan: Fokus Pembenahan Keraton Solo

PB XIV Mangkubumi Belum Ada Upacara Jumenengan: Fokus Pembenahan Keraton Solo

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 10 Des 2025 16:12 WIB
Paku Buwono XIV Mangkubumi ditemui di Sasana Handrawina Keraton Solo, Rabu (10/12/2025).
Paku Buwono XIV Mangkubumi ditemui di Sasana Handrawina Keraton Solo, Rabu (10/12/2025). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Solo -

Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi merespons pertanyaan terkait rencana jumenengan atau penobatannya sebagai Raja Keraton Solo. Menurutnya, belum ada rencana dekat untuk Jumenengan.

"(Kalau untuk rencana tata cara yang jumenengan Gusti?) Belum, belum, kita masih fokus pembenahan Keraton. Kalau bisa selesai nanti, insyaallah," katanya ditemui di Sasana Handrawina Keraton Solo, Rabu (10/12/2025).

Putra tertua PB XIII itu mengaku saat ini masih fokus pada revitalisasi Keraton Solo. Di mana, saat ini masih ada revitalisasi di Sangga Buwana dan Bangsal Plathonggo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana terdekat, saya masih mikir ke sana itu loh (menunjuk bangsal Plathonggo). Baru aja saya urus untuk pemasangan bambu. Karena itu sebetulnya juga masih mau ranah revitalisasi setelah ini nanti panggung selesai, masih ada tahap awal museum juga selesai," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Malah ketambahan yang ada di Bangsal Plathonggo mengalami penurunan kayu dan sebagainya. Kita usahakan untuk ditopang dulu pakai bambu," sambungnya.

PB XIV Mangkubumi mengatakan saat ini pembenahan di Keraton Solo memang harus segera diselesaikan. Dirinya mengaku takut akan berdampak parah bila tak kunjung selesai.

"Jadi, saya masih fokus untuk pembenahan-pembenahan keraton yang mana memang harus disegerakan. Kalau tidak, nanti dampaknya lebih parah lagi untuk kerusakan-kerusakan lain. Hanya itu, fokus ke situ dulu," jelasnya.

"Karena begini, yang satu direvitalisasi sebelahnya mengalami kerusakan. Ini nanti sebelahnya didandani lagi, sebelahnya merusak terus begitu sampai nanti selesai. Yang dari awal itu sudah mulai ada kerusakan lagi, kita hanya fokus di situ dulu, ya," lanjut Mangkubumi.

Mangkubumi mengaku berkomunikasi dengan pemerintah pusat mengenai revitalisasi Keraton Solo. Termasuk dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Semua, semua khususnya dengan kementerian dengan BPK, dari Cagar Budaya tetap harus ada kajian-kajian khusus yang mana. Tidak sembarang mengganti atau apa. Jadi, masih mengejar terus, sampai nanti, ya insyaallah doakan kalau nanti keraton bisa jadi baguslah, ya," ujar dia.

Di kesempatan yang sama, adik PB XIII yang juga Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), Gray Koes Murtiyah atau Gusti Moeng, mengatakan Jumenengan PB XIV Mangkubumi sudah dilakukan pada 13 November yang lalu. Hanya saja, untuk tata cara upacara akan dilakukan.

"Saya tadi sudah sampaikan bahwa untuk jumenengan sebetulnya kan kami sudah melakukan di tanggal 13 November itu, walaupun declare-nya secara itu, tapi untuk tata cara upacaranya nanti kita mengikuti alam seperti apa," terangnya.

Ia memastikan rencana itu sudah ada, namun untuk tanggalnya ia belum membocorkannya. Gusti Moeng sapaan akrabnya itu mengatakan rencananya upacara jumenengan dilakukan di Siti Hinggil dan ada tarian Bedhaya Ketawang.

"Rencana masih ada, pastinya iya (dilakukan di Siti Hinggil), nanti kalau jumenengan itu (Bedhaya Ketawang) salah satu kelengkapan dan itu suatu keharusan Raja di Keraton Surakarta Hadiningrat. (Target kapan?) Nggak ada, biar Gusti Allah ya, nanti kalau sudah kami kabari," tutupnya.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads