12 Korban Mobil MBG Tabrak Siswa-Guru SD di Jakut Masih Dirawat di RS

Jabodetabek

12 Korban Mobil MBG Tabrak Siswa-Guru SD di Jakut Masih Dirawat di RS

Taufiq Syarifudin - detikJateng
Kamis, 11 Des 2025 21:30 WIB
Sejumlah anggota polisi dari Satuan Inafis Polres Metro Jakarta Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden mobil berpelat nomor MBG yang menabrak puluhan siswa di depan SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Petugas terlihat melakukan pengukuran, mendokumentasikan jejak ban, serta meneliti posisi kendaraan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Polisi melakukan olah TKP terkait insiden mobil berpelat nomor MBG yang menabrak puluhan siswa di depan SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Foto: Pradita Utama
Solo -

12 Korban kasus mobil pengangkut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara masih dirawat. Sementara 10 korban lainnya sudah rawat jalan.

"Adapun sampai saat ini total yang dirawat atau yang mendapat perawatan 22 orang, 10 orang sudah rawat jalan," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz kepada wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025), dilansir detikNews.

Koban ditangani di RSUD Cilincing dan RSUD Koja. Sebagian besar korban di RSUD Cilincing sudah bisa pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian, untuk korban saat ini yang dirawat di Rumah Sakit Cilincing ada tiga orang. Kemudian di Rumah Sakit Umum Daerah Koja ada sembilan orang," imbuh dia.

Erick menyebut kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan. Sopir mobil MBG berinisial AI terancam jeratan Pasal 360 KUHP karena kelalaiannya.

ADVERTISEMENT

"Pasal yang kami kenakan yaitu Pasal 360 KUHP karena kelalaiannya mengakibatkan orang luka berat atau luka lainnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun," jelasnya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/12) pagi tadi. Sopir AI mengaku salah menginjak pedal mobil gas saat mau mengerem.

"Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, tanjakan. Nah, kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya, sementara. Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya nggak pakem kan, karena takut mau nabrak (mundur), dia injek (rem) yang dalam. Nah, kirain itu (rem), ternyata gas," jelas Kapolsek Cilincing Kompol Bobi Subasri saat dimintai konfirmasi BeritaKlik, Kamis (11/12).

Dia mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan kepada sopir maupun kernet, MRR. Dia menyebut olah tempat kejadian perkara (TKP) juga masih dilakukan.

"Itu untuk sementara ya, tapi kita belum bisa ini, masih olah TKP dulu ya," kata Bobi.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads