4 Hal tentang Batu 'Beterbangan' di Tol Jogja-Solo yang Meresahkan

Round up

4 Hal tentang Batu 'Beterbangan' di Tol Jogja-Solo yang Meresahkan

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 30 Des 2025 07:21 WIB
Kaca bus Tiger Transway Holiday yang pecah dilempar batu.
Kaca bus Tiger Transway Holiday yang pecah dilempar batu. (Foto: Dok. Coki)
Solo -

Pelemparan batu yang terjadi di jalan tol Jogja-Solo meresahkan dan menyebabkan kerusakan pada kendaraan yang melintas. Salah satu sopir bus, Coki menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik hujan batu yang memecahkan kaca kendaraannya.

Video peristiwa tersebut diunggah di akun Instagram @infocegatanklaten. Postingan video tersebut memperlihatkan kaca bus pecah di atas pintu masuk.

"Bus yg melintas di jalan tol Jogja-Solo, area Klaten jadi sasaran pelemparan batu," tulis akun tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di video itu terlihat bus berhenti lantaran kaca di atas pintu pecah. Ternyata di sekitar tempat itu juga ada sejumlah bus yang berhenti. Dalam video itu dinarasikan bahwa bus-bus itu juga mengalami nasib yang sama.

ADVERTISEMENT

Cerita Sopir Bus

Saat kejadian, Kamis (25/12), Coki sedang mengendarai bus yang berisi penumpang. Ia melintas di jalan tol Jogja-Solo ruas Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko, Klaten. Dia sempat menyalip dua bus lain di exit tol Prambanan.

"Malam hari jam kurang lebih pukul 21.00 WIB. Seingat saya sebelum masuk tol saya mendahului dua bus di gerbang tol," tutur Coki kepada detikJateng, Senin (29/12/2025).

Awalnya perjalanan mulus tanpa gangguan. Namun sampai di km 25, ada kendaraan pribadi di depannya yang tiba-tiba pindah dari lajur kiri ke kanan.

"Lalu saya jalan di km 25, di depan saya dari kejauhan ada kendaraan pribadi tiba- tiba dari lajur kiri pindah ke kanan. Saya tidak curiga karena saya pikir ingin pindah ke lajur cepat," jelas Coki.

Bus yang dikemudikannya saat itu terus melaju dan mengambil lajur kiri hendak mendahului kendaraan pribadi tersebut. Ternyata mobil pribadi tersebut pindah lajur ke kanan karena menghindari batu - batu di jalan yang berserakan.

"Saya ambil lajur kiri untuk mendahului mobil sedan tersebut karena dia jalan terlalu lambat di kanan. Ternyata di depan saya banyak batu di jalan berserak,'' terang Coki.

Saat itu pula, batu-batu berterbangan ke arah busnya sehingga menghantam bis.

"Dan dibarengi batu- batu besar dari luar tol berterbangan secara bertubi- tubi. Dan kaca bus terkena batu dan beberapa titik body bus juga kena," sambung Coki.

Kendaraan Lain Juga Kena

Menurut Coki, mobil sedan di depannya tidak kena lemparan karena terlindungi busnya. Namun ada penumpang dari busnya yang terkena serpihan kaca..

"Lalu tidak jauh dari titik lemparan saya berhenti untuk cek penumpang yang terkena serpihan kaca tepatnya bangku paling belakang. Kami kru sembari membersihkan kaca melihat dua bus ikut parkir mendadak," papar Coki.

Bus yang satu, ujar Coki, berhenti di depan busnya sejauh 200 meter dan satu bus berhenti di belakang busnya sejauh 500 meter. Setelah membersihkan pecahan kaca dirinya melanjutkan perjalanan.

"Setelah membersihkan kaca saya lanjut jalan mendekati bus yang parkir di depan saya dan ternyata benar, bus Ramadani itu juga jadi korban lempar batu dan juga bus Pangeran," imbuh Coki.

Lokasi Tempat Nongkrong

Penelusuran detikJateng di km 25 Desa Demak Ijo, lokasinya berada di timur desa yang dipisah persawahan. Di lokasi tidak ada pagar kawat meskipun tersambung ke akses jalan desa sehingga dengan mudah orang bisa mendekati jalan tol bahkan di tepi lajur tol.

Di lokasi justru menjadi akses di tepi jalan tol yang bisa dilalui mobil dan motor. Selain itu juga banyak tumpukan tanah dan batu karena untuk pembangunan rest area.

Bungkus bekas minuman dan tembok yang penuh coretan vandalisme cat semprot ditemui di lokasi. Kardi, seorang warga mengatakan lokasi sering untuk nongkrong remaja.

"Setiap sore sini ramai para remaja nongkrong sampai malam. Lokasi sepi," katanya kepada detikJateng.

Polisi Turun Tangan

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, saat ditanya soal peristiwa tersebut menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Ini masih kita Lidik, " jelas Taufik saat diminta konfirmasi.

Sementara itu sebelumnya, Direktur Teknik PT Jasamarga Jogja Solo, Pristi Wahyono mengonfirmasi ada kejadian tersebut. Diduga pelakunya adalah pelajar yang ada di sana.

"Oh ya itu kejadian 2-3 hari lalu. Pelakunya diduga anak umur SMP-SMA," jelas Pristi saat dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025) lalu.

Halaman 2 dari 2
(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads