Hari Keempat Pencarian Keluarga Pelatih Valencia: 1 Ditemukan Meninggal

Regional

Hari Keempat Pencarian Keluarga Pelatih Valencia: 1 Ditemukan Meninggal

Ambrosius Ardin - detikJateng
Senin, 29 Des 2025 22:44 WIB
Kapolda NTT bersama rombongan menumpangi speedboat menyisiri perairan Labuan Bajo
Kapolda NTT bersama rombongan menumpangi speedboat menyisiri perairan Labuan Bajo. (Foto: Ambrosius Ardin)
Solo -

Pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras dan tiga anaknya hilang setelah kapal yang ditumpangi tenggelam di Labuan Bajo. Salah satu anak Martin kemudian ditemukan namun kondisinya meninggal dunia.

Kapal yang tenggelam pada hari Jumat (26/12) merupakan kapal pinisi Putri Sakinah. Kapal tenggelam saat malam hari di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Tim SAR gabungan dalam pencarian ini sudah dilaksanakan di hari keempat, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal pada pukul 06.05 Wita," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, di Labuan Bajo, Senin (30/12/2025) malam dikutip dari detikBali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, jenazah anak perempuan Martin itu awalnya ditemukan oleh nelayan di perairan Pulau Serai, atau sekitar satu mil laut dari lokasi kapal tenggelam. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Komodo di Labuan Bajo untuk diidentifikasi.

"Setelah identifikasi, memang benar itu adalah salah satu dari korban KM Putri Sakinah yang mengalami tenggelam," jelas Fathur.

ADVERTISEMENT

Sebanyak sembilan kapal milik Basarnas, KSOP, TNI AL, Polri, hingga Gakkum Kementerian Kehutanan turut dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut. Penyelam profesional dari sejumlah asosiasi juga dikerahkan.

"Jadi, korban masih pencarian sebanyak tiga orang," imbuh Fathur.

Untuk diketahui, kapal yang ditumpangi Martin sekeluarga tenggelam saat berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Kapal wisata itu disebut mengalami mati mesin sebelum akhirnya tenggelam diterjang gelombang.

Di dalam kapal terdapat 11 orang yang terdiri dari Martin, istrinya, dan empat anaknya, kemudian empat kru dan satu pemandu wisata. Tujuh orang berhasil dievakuasi dengan selamat, yakni kru kapal, pemandu wisata, istri Martin dan putri bungsunya.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads