Dua pemuda ditemukan tewas di bebatuan di Jalan Raya Wangandowo-Sumurjomblangbogo, Pekalongan, diduga kecelakaan. Tidak jauh dari tubuh korban ditemukan motor dalam kondisi rusak parah.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Wangandowo-Sumurjomblangbogo, Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Keduanya ditemukan warga Kamis (1/1/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kanit Gakum Satlantas Polres Pekalongan Iptu Ambar Ady Widyantara mengatakan kedua pemuda tersebut merupakan korban laka tunggal. Keduanya berboncengan dengan sepeda motor Honda Vario bernopol E-2132-OE .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diketahui bernama Eko Budi Santoso (28) dan Qodar Khairul (27). Keduanya warga Desa Jagung, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
"Dari keterangan saksi yang kita peroleh, keduanya diketahui berboncengan. Keduanya meninggal dunia di lokasi akibat luka berat pada bagian kepala," jelas Iptu Ambar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/1/2026).
Polisi pun mendatangi lokasi kejadian, untuk dilakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Berdasarkan olah TKP, motor melaju dari arah timur ke barat.
"Saat melintas di jalan menikung, pengendara diduga kurang menguasai kendaraannya hingga oleng ke kanan dan keluar jalur," ungkapnya.
"Motor kemudian terperosok dan menabrak pohon serta tumpukan batu di pinggir jalan," jelasnya.
Dari hasil olah TKP, petugas tidak menemukan bekas pengereman di lokasi kejadian. Di sekitar TKP hanya ditemukan pecahan bodi motor dan batang pohon yang terkelupas akibat benturan keras.
Pihaknya juga telah memastikan tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden tersebut. Kedua jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Kajen, dengan menggunakan mobil PMI Kabupaten Pekalongan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami mengimbau pada pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur yang memiliki tikungan tajam, terutama pada waktu dini hari ketika visibilitas menurun. Disiplin berlalu lintas dan menggunakan helm untuk keselamatan berkendaraan," pesan Ambar.
Sementara itu, Humas RSUD Kajen, Hanung membenarkan pihaknya telah menerima dua jenazah dari petugas.
"Korban tiba di RSUD Kajen pada pukul 07.54 WIB, diantar menggunakan ambulans PMI," ujar Hanung.
Saat tiba di rumah sakit, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Setelah dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian, kami melakukan penanganan pada kedua jenazah. Pihak keluarga korban menyampaikan tidak menghendaki jenazah dimandikan di RSUD Kajen dan juga tidak mengizinkan dilakukan autopsi," kata Hanung.
Ditambahkan Hanung, usai jenazah selesai dilakukan tindakan di RSUD Kajen pada pukul 11.00 WIB. Jenazah kemudian diantar ke rumah duka pukul 11.13 WIB menggunakan ambulans RSUD Kajen.
(ams/ams)