Jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno dan Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten amblas digerus air banjir. Perbaikan jembatan penghubung Klaten - Gunungkidul tersebut rencananya diusulkan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
"Setelah kita cek rencananya perbaikan kita usulkan ke BNPB melalui dana siap pakai (DSP) di pusat. Sebab saat ini kita masih siaga bencana hidrometeorologi, ini salah satu dampaknya," ungkap Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto kepada detikJateng usai mendampingi Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo mengecek lokasi, Sabtu (3/1/2026) siang.
Dijelaskan Suryanto, jembatan tersebut tidak memungkinkan dibiayai APBD karena APBD 2026 sudah digedok dan berjalan. Dari perhitungan sementara biaya yang diperlukan mencapai sekitar Rp 5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 5 miliar, semoga disetujui. Kita juga sudah matur Mas Bupati untuk memotong badan jembatan yang terus ambles ke sungai," terang Suryanto.
Badan jembatan yang putus, kata Suryanto, rencananya akan diambil. Sebab jika sampai putus dan terjun ke sungai dikhawatirkan menghalangi arus banjir.
"Khawatirnya jika putus justru menghalangi arus sungai saat banjir. Sedangkan kanan kiri tanggul tanah dekat dengan permukiman warga," lanjut Suryanto.
Terpisah Kalak BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna menjelaskan usulan perbaikan ke BNPB melalui dana DSP didasarkan pada masa siaga bencana hidrometeorologi. Masa siaga diawali apel tanggal 15 November 2025 lalu.
"Tanggal 15 November 2025 kita apel siaga bencana hidrometeorologi, sampai sekarang masih diperpanjang. Maka layak diusulkan ke BNPB," kata Syahruna kepada detikJateng.
Menurut Syahruna, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Pemkab Klaten. Secepatnya usulan akan diajukan ke BNPB.
"Ya secepatnya, kita menunggu hitungan RAB dari DPUPR. Paling sekitar tiga hari, setelah itu kita ajukan tetapi laporan awal dokumen dari TRC BPBD sudah kita kirimkan," terang Syahruna.
Syahruna membenarkan ada rencana mengevakuasi badan jembatan yang kritis. Semula ada dua alternatif yaitu menempatkan escavator untuk siaga di lokasi atau dihilangkan sekaligus.
" Dari dua alternatif itu disepakati yang kedua dengan menghilangkan badan jembatan yang ambles dan putus. Mengingat jika jatuh ke sungai bisa menghalangi arus banjir yang berisiko bagi tanggul dan permukiman," papar Syahruna.
"Hari ini saja masih terus hujan. Semoga tidak jatuh duluan karena Sungai Dengkeng itu sungai besar, kapan pelaksanaan kita serahkan DPUPR," imbuh Syahruna.
Sebelumnya diberitakan, Jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno dan Desa Kadilanggon Kecamatan Wedi, ambles. Jembatan penghubung Klaten-Gunungkidul itu kini ditutup karena rusak parah.
Pantauan detikJateng di lokasi, jembatan sepanjang sekitar 25 meter tersebut retak di ujung utara dan selatan. Tembok pondasi kanan dan kiri di sisi utara retak dan longsor.
Badan jembatan di atas Sungai Dengkeng tersebut kini melengkung. Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, DPUPR, dan kepolisian menutup lokasi dengan water barrier dan police line.
Seorang warga Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Sutarjo (63) mengatakan jembatan itu baru diketahui rusak pada siang ini. Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, warga masih bisa lewat.
''Jam 10.00 WIB tadi warga masih bisa lewat. Habis Jumatan warga baru ribut karena jembatan retak tidak bisa dilewati, " kata Sutarjo kepada detikJateng, Jumat (2/1/2025).
Sutarjo menyebut jembatan itu berada di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Klaten dan Gunungkidul.
"Ini jalur penghubung lalu lintas Klaten dan Gunungkidul. Ini mendadak (rusaknya), tidak diduga sebelumnya," ujar Sutarjo.
(afn/afn)