Presiden Kolombia, Gustavo Petro merespon keras tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyebutnya sebagai pengedar narkoba. Dia menegaskan siap angkat senjata demi membela negaranya.
Dialnsir detikNews dari AFP, Petro selama berbulan-bulan menjadi sasaran penghinaan dan ancaman yang dilakukan Trump. Lewat akun X-nya, mantan gerilyawan itu merespon, "Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi... tetapi untuk tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi."
Trump pada akhir pekan lalu memberi peringatan kepada Petro untuk "hati-hati". Bahkan menyebut Petro sebagai "orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petro pun membantah tuduhan itu dengan menyebut "namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan". Dia meminta Trump berhenti memfitnah.
"Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump," tulis Petro di platform media sosial X.
"Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian," ujarnya.
Petro juga mengkritik keras aksi militer pemerintahan Trump di kawasan Amerika Latin dan menuduh Washington menculik Presien Venezuela Nicolas Maduro "tanpa dasar hukum."
Dalam unggahan selanjutnya di X pada hari Minggu, Petro menambahkan, "teman tidak boleh mengebom."
Untuk diketahui, hari Sabtu (3/1) lalu AS menyerang ibu kota Venezuela, Caracas. AS membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.
Trump yang pada hari Minggu (4/1) berada di alam pesawat kepresidenan Air Force One membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap Kolombia. Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu "juga sangat sakit" dan "dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat."
"Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama," tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1).
Ketika ditanya wartawan apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, pemimpin Partai Republik itu merasa hal itu bagus.
"Kedengarannya bagus bagi saya," ujarnya.
"Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang," klaim Trump tanpa bukti.
(alg/alg)