Secara bahasa, Nisfu Syaban berarti pertengahan atau separuh bulan Syaban alias tanggal 15. Pada malam Nisfu Syaban itu, terdapat anjuran untuk mengerjakan sholat yang dikenal sebagai sholat Nisfu Syaban.
Menurut kalender yang dikeluarkan Kementerian Agama, 1 Syaban 1447 H dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026. Tanggal 15 bulan ini bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban dimulai pada Senin, 2 Februari 2026 waktu maghrib karena kalender Hijriah berganti hari saat Matahari terbenam.
Seperti halnya ibadah lain, sholat Nisfu Syaban harus dilandasi niat. Tata caranya juga mesti dipahami betul. Yuk, simak pembahasan lengkap sholat Nisfu Syaban di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin Utamanya:
- Ulama berbeda pendapat terkait sholat Nisfu Syaban. Imam al-Ghazali menganjurkan, sedangkan Imam an-Nawawi menyebutnya bid'ah.
- Sholat Nisfu Syaban dikerjakan sebanyak 100 atau 10 rakaat.
- Bila dikerjakan 100 rakaat, setiap rakaat membaca al-Fatihah dan al-Ikhlas 11 kali. Adapun untuk 10 rakaat, setiap rakaat membaca surat al-Fatihah dan al-Ikhlas 1.000 kali.
Hukum Sholat Nisfu Syaban
Disadur dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, sholat Nisfu Syaban ditulis oleh Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin. Sang imam pun merinci jumlah rakaat hingga bacaan sholat itu. Ia berdalih dengan sebuah hadits yang berbunyi:
روي عن الحسن أنه قال حدثني ثلاثون من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم إن من صلى هذه الصلاة في هذه الليلة نظر الله إليه سبعين نظرة وقضى له بكل نظرة سبعين حاجة أدناها المغفرة
Artinya: "Diriwayatkan dari Al-Hasan. Dikatakannya: Telah meriwayatkan kepadaku tiga puluh sahabat Nabi shallalu 'alaihi wasallam. Sungguh orang yang menunaikan sholat ini pada malam ini (Nisfu Syaban), maka Allah akan memandangnya sebanyak 70 kali dan setiap pandangan Dia akan memenuhi tujuh puluh kebutuhan. Sekurang-kurangnya kebutuhan adalah ampunan."
Apakah boleh mengerjakan sholat ini? Imam an-Nawawi dalam kitabnya menyebut sholat Nisfu Syaban sebagai amalan bid'ah. Ia mengatakan hadits landasan sholat Nisfu Syaban palsu sehingga tidak bisa dijadikan rujukan.
الصَّلَاةُ الْمَعْرُوفَةُ بِصَلَاةِ الرَّغَائِبِ وَهِيَ ثِنْتَى عَشْرَةَ رَكْعَةً تُصَلَّي بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لَيْلَةَ أَوَّلِ جُمْعَةٍ فِي رَجَبَ وَصَلَاةُ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ مِائَةَ رَكْعَةٍ وَهَاتَانِ الصَّلَاتَانِ بِدْعَتَانِ وَمُنْكَرَتَانِ فَبِيْحَتَانِ وَلَا يَغْتَرْ بِذِكْرِهِمَا فِي كِتَابِ قُوْتِ الْقُلُوْبِ وَإِحْيَاءِ عُلُومِ الدِّيْنِ وَلَا بِالْحَدِيْثِ الْمَذْكُورِ فِيْهِمَا فَإِنَّ كُلَّ ذَلِكَ بَاطِلٌ
Artinya: "Sholat yang dikenal dengan nama sholat Raghaib, sebanyak 12 rakaat yang dilakukan antara maghrib dan isya di Jumat pertama bulan Rajab. Dan sholat di malam Nisfu Syaban sebanyak 100 rakaat. Dua sholat ini adalah bid'ah yang buruk dan mungkar. Jangan tertipu dengan pencantumkan kedua sholat ini di kitab Qut al-Qulub dan Ihya Ulumiddin, dan jangan terpedaya dengan hadits keduanya. Sebab semua haditsnya adalah palsu." (Al-Majmu', 4/56)
Dilihat dari buku Mana Dalil Malam Nishfu Sya'ban? yang ditulis Ustadz Ma'ruf Khozin, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengambil pandangan serupa. Menurutnya, sholat Nisfu Syaban adalah perbuatan bid'ah yang tidak dianjurkan dalam syariat Islam.
إِذَا صَلَّى الْإِنْسَانُ لَيْلَةَ النِّصْفِ وَحْدَهُ أَوْ فِي جَمَاعَةٍ خَاصَّةٍ كَمَا كَانَ يَفْعَلُ طَوَائِفُ مِنْ السَّلَفِ فَهُوَ أَحْسَنُ. وَأَمَّا الاجْتِمَاعُ فِي الْمَسَاجِدِ عَلَى صَلَاةَ مُقَدَّرَةٍ كَالْاجْتِمَاعِ عَلَى مِائَةِ رَكْعَةٍ بِقِرَاءَةِ أَلْفِ: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ دَائِمًا، فَهَذَا بِدْعَةٌ لَمْ يَسْتَحِبَّهَا أَحَدٌ مِنَ الْأَئِمَّةِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Artinya: "Apabila seseorang sholat sunnah Mutlak pada malam Nisfu Syaban sendirian atau berjamaah, sebagaimana dilakukan oleh segolongan ulama salaf, maka hukumnya adalah baik. Adapun kumpul-kumpul di masjid dengan sholat yang ditentukan, seperti sholat seratus rakaat dengan membaca surat al-Ikhlas sebanyak seribu kali, maka ini adalah perbuatan bid'ah yang sama sekali tidak dianjurkan oleh para ulama." (Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyyah, II/469)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Niat Sholat Nisfu Syaban
Dilansir laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), niat sholat Nisfu Syaban adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى، اللّٰهُ أَكْبَرُ.
Arab Latin: Ushalli sunnata Nishfi Syaban rakataini lillahi ta ala, Allahu Akbar.
Artinya: "Aku niat sholat sunah nisfu syaban dua rakaat karena Allah Taala. Allah Maha Besar."
Tata Cara Sholat Nisfu Syaban
Berdasar penjelasan Imam al-Ghazali yang dituliskan NU Online, sholat Nisfu Syaban berjumlah 100 rakaat. Setiap rakaat diisi bacaan surat al-Fatihah dan al-Ikhlas 11 kali. Dapat pula dikerjakan 10 rakaat, dengan catatan, setiap rakaat diisi al-Fatihah dan al-Ikhlas 1.000 kali.
وَأَمَّا صَلَاةُ شَعْبَانَ فَلَيْلَةُ الْخَامِسَ عَشَرَ مِنْهُ يُصَلِّي مِائَةَ رَكْعَةٍ كُلُّ رَكْعَتَيْنِ بِتَسْلِيْمَةٍ يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد إِحْدَى عَشْرَةَ مَرَّةً وَإِنْ شَاءَ صَلَّى عَشْرَ رَكَعَاتٍ يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ مِائَةَ مَرَّةٍ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد فَهَذَا أَيْضًا مَرْوِيٌّ فِي جُمْلَةِ الصَّلَوَاتِ كَانَ السَّلَفُ يُصَلُّوْنَ هَذِهِ الصَّلَاةَ وَيُسَمُّوْنَهَا صَلَاةَ الْخَيْرِ وَيَجْتَمِعُوْنَ فِيْهَا وَرُبَّمَا صَلَّوْهَا جَمَاعَةً
Artinya: "Adapun sholat Syaban, maka dilaksanakan pada malam tanggal 15 dari bulan Syaban. Yaitu sholat 100 rakaat, setiap dua rakaat dilakukan salam dan pada setiap rakaat setelah Al-Fatihah, membaca surat qul huallahu ahad (Al-Ikhlas) 11 kali, dan jika mau, ia. bisa melaksanakan sholat 10 rakaat, setiap rakaat setelah membaca Al-Fatihah, membaca surat qul huallahu ahad (Al-Ikhlas) 1000 kali. Hal ini juga diriwayatkan dalam kumpulan sholat-sholat yang diamalkan oleh ulama salaf dan menyebutnya sebagai sholat kebaikan. Mereka berkumpul dalam melaksanakannya. Terkadang dilakukan secara berjamaah."
Ringkasnya, ini cara sholat Nisfu Syaban:
- Niat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa Iftitah.
- Membaca surat al-Fatihah.
- Membaca surat al-Ikhlas 11 atau 1.000 kali.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangkit dan laksanakan rakaat kedua seperti yang pertama.
- Tahiyat.
- Salam.
Demikian pembahasan lengkap niat sholat Nisfu Syaban dan tata caranya. Semoga bermanfaat!
(sto/apu)
