Pintu Kanal Jebol Sebabkan Banjir di Tridonorejo Demak

Pintu Kanal Jebol Sebabkan Banjir di Tridonorejo Demak

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 09 Jan 2026 21:16 WIB
Banjir di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.
Banjir di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. (Foto: Dok. Istimewa)
Demak -

Banjir terjadi di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak sejak sore ini. Debit air yang tinggi di Sungai Kalijajar akibat hujan deras dan pintu kanal yang jebol menjadi penyebabnya.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Tridonorejo, Syeni Kalistyo. Menurutnya, air hujan yang tertahan oleh banjir rob membuat aliran air tersendat dan menggenangi desa. Selain itu, ada pintu pembuangan air yang jebol.

"Pintu pembuangan air di wilayah Keripik Cilik yang mengarah ke Sungai Kalijajar jebol. Saat debit air (Sungai) Kalijajar tinggi dan meluap, pintu tersebut tidak bisa ditutup sehingga air masuk seluruhnya ke permukiman warga," kata Syeni saat dihubungi pada Jumat (9/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syeni menyebut pintu air yang jebol itu adalah satu-satunya jalur pembuangan aliran air dari Desa Bonangrejo, Jatirogo, dan Tridonorejo. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Demak ikut turun tangan sebab pendapatan asli desa (PAD) yang terbatas untuk melakukan perbaikan mandiri.

ADVERTISEMENT

"Harapannya ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Demak untuk memperbaiki pintu pembuangan air ini. Kalau Sungai Kalijajar debitnya tinggi, Tridonorejo pasti tenggelam karena tidak ada pintu air pengendali," ujar Syeni.

Warga Desa Tridonorejo, Samsul Maarif mengungkapkan sejumlah rumah warga terendam air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter akibat banjir ini.

"Ketinggiannya sekitar 30 senti, yang paling terdampak itu ya rumah-rumah lama yang belum ditinggikan," kata Samsul.

Warga lainnya, Anwar Sadad mengaku telah meninggikan rumahnya hingga satu meter karena desa tersebut kerap banjir. Menurutnya, banjir kali ini adalah yang paling tinggi.

"Banjir semakin besar karena pintu kanal jebol. Rumah saya saja sampai harus saya tinggikan satu meter karena sebelumnya sering terendam," tutur Anwar.

"Ketinggian banjir sekarang sudah selutut orang dewasa. Sudah sekitar tiga bulan banjir, dan hari ini yang paling tinggi," pungkasnya.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads