Cerita Warga Margoyoso Pati Kehilangan Perabot gegara Diterjang Banjir

Cerita Warga Margoyoso Pati Kehilangan Perabot gegara Diterjang Banjir

Dian Utoro Aji - detikJateng
Sabtu, 10 Jan 2026 13:20 WIB
Kondisi banjir bandang melanda permukiman warga Desa Bulumanis Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Sabtu (10/1/2026).
Kondisi banjir bandang melanda permukiman warga Desa Bulumanis Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Belasan rumah warga Desa Bulumanis Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati rusak parah akibat diterjang banjir bandang. Warga pun was-was banjir datang lagi.

Pantauan detikJateng belasan rumah warga rusak diterjang banjir bandang di Desa Bulumanis Kidul, Sabtu (10/1/2026). Ada tiga rumah warga yang dindingnya jebol.

Warga terlihat membersihkan sisa banjir bandang. Banyak sampah menumpuk di permukiman warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu warga, Slamet menjelaskan bahwa banjir ini terjadi karena curah hujan yang tinggi sejak Jumat (9/1) kemarin. Dampaknya tanggul Sungai Swatu jebol.

ADVERTISEMENT

"Curah hujan sangat besar, curah hujan dari atas gunung, yang tanggul jebol sepanjang 20 meter," jelas dia ditemui di lokasi, Sabtu (10/1/2026).

Dia mengatakan ada belasan rumah rusak parah di antaranya ada dua unit rumah yang rata dengan tanah.

"Ada 15 rumah rusak parah," jelasnya.

Slamet mengaku khawatir banjir tiba lagi. Sebab curah hujan masih tinggi dan tanggul yang jebol belum ditutup.

"Sementara ini ya alat berat sudah ada. Bantuan sembako belum ada. Cuaca masih hujan, sangat khawatir kalau banjir tiba lagi," ujarnya.

Warga lainnya Juharti hanya bisa menangis karena perabotan rumahnya ludes disapu banjir bandang. Termasuk rumahnya juga rusak akibat banjir bandang ini.

"Waktu kejadian di dalam rumah, nggak tahu terus ada banjir kejadian jam 21.00 WIB," jelas Juharti ditemui di lokasi.

Menurutnya banjir bandang terjadi dua kali ini. Pertama pada tahun 2022 silam. Banjir bandang kembali terjadi karena tanggul jebol pada tahun 2026 ini. Tahun lalu ia mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta. Untuk tahun ini diperkirakan kerugian mencapai Rp 100 juta.

"Sudah 2 kali ini, terakhir 2022 lalu dan ini jebol lagi. Yang terdampak satu RT ini rusak parah," jelasnya.

Dia mengaku sedih karena rumah dan isinya terbawa banjir. Ia kini hanya bisa pasrah dan menunggu adanya bantuan.

"Bagian kerja sudah hanyut dibawa banjir. Ini mau bersih-bersih sisa banjir. Berharap ada bantuan, karena ini perabotan habis semua," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto menjelaskan telah terjadi jebolnya Sungai Swatu tepatnya RT 1 RW 2 jam 20.30 WIB. Jebolnya tanggul ini karena curah hujan yang deras sejak Jumat sore kemarin.

"Telah terjadi jebolnya Tanggul sungai Swatu tepatnya di RT.01/RW.02, penyebab jebolnya tanggul dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi dan adanya sumbatan pohon bambu di jembatan," jelas Susanto saat dihubungi detikJateng, Sabtu (10/1/2026).

Akibatnya kata dia genangan air meluap permukiman warga. Menurutnya ada sebanyak 297 keluarga dengan 220 rumah warga yang terdampak banjir bandang.

"Jumlah KK yang terdampak 297 KK. Jumlah rumah yang terdampak ada 220 rumah," kata Susanto.




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads