Desa Tempur Jepara Terisolir, BPBD Bangun Pos untuk Logistik

Desa Tempur Jepara Terisolir, BPBD Bangun Pos untuk Logistik

Dian Utoro Aji - detikJateng
Sabtu, 10 Jan 2026 19:29 WIB
Jalan utama menuju Desa Tempur terputus karena longsor, Sabtu (10/1/2026).
Jalan utama menuju Desa Tempur terputus karena longsor, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Dok. BPBD Jepara)
Jepara -

Desa Tempur Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara terisolir hingga jaringan listrik putus usai beberapa titik jalan utama terputus karena longsor. BPBD Jepara pun mendirikan pos dan dapur umum di lokasi terdekat untuk membantu warga yang terisolir.

"Kami mendirikan pos dan dapur umum di Desa Damarwulan. Lokasi ini strategis untuk mendukung dua lokasi sekaligus, logistik untuk warga Tempur yang terisolir, dan respons cepat untuk banjir yang melanda Desa Sumberejo," kata Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jepara, Sabtu (10/1/2026).

Arwin mengatakan dari posko di Damarwulan, BPBD akan mendistribusikan minimal 100 bungkus makanan per sekali makan untuk masing-masing lokasi di Tempur dan Sumberejo. Selain itu posko itu bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arwin pun mengatakan prioritas utama saat ini adalah membuka akses menuju Desa Tempur. Pihaknya mencari titik alternatif untuk sampai di desa yang berada di Lereng Pegunungan Muria.

ADVERTISEMENT

"Prioritas kami saat ini adalah membuka akses ke Tempur. Jalan yang putus dan hilang sekitar 60 meter memerlukan penilaian teknik segera. Tim kami berupaya mencapai titik kerusakan untuk menentukan metode perbaikan tercepat," jelas Arwin.

"Strategi yang dijalankan adalah pembukaan jalur dari dua arah (dari sisi Tempur dan dari Medani) dengan mengerahkan lima unit alat berat," ungkap dia.

Arwin mengatakan bahwa sementara fokus personel dan alat berat ada di Tempur. Meski demikian BPBD Jepara melakukan pemantauan untuk seluruh kabupaten. Arwin menyebutkan laporan dan antisipasi untuk beberapa lokasi lain.

"Kami telah menerima laporan dan berkoordinasi terkait bencana di Bungu dan di Dongos. Untuk wilayah rawan seperti di desa Sowan Kidul kecamatan Kedung, kami juga telah berkoordinasi dengan relawan dan aparat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan," jelasnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads