Pohon Randu Raksasa di Tuksongo Borobudur Ditebang, Pekerja Gelar Selamatan

Pohon Randu Raksasa di Tuksongo Borobudur Ditebang, Pekerja Gelar Selamatan

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 12 Jan 2026 09:44 WIB
Warga menggelar selamatan di bawah pohon randu alas di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, yang akan ditebang, Senin (12/1/2026).
Warga menggelar selamatan di bawah pohon randu alas di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, yang akan ditebang, Senin (12/1/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Penebangan pohon randu alas raksasa diyakini berusia ratusan tahun ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, diawali dengan selamatan. Warga menggelar selamatan persis di bawah pohon randu alas.

Dalam selamatan ini dengan menyajikan sembilan jenis jenang merah putih. Selain itu, ada tujuh ingkung ayam.

Adapun prosesi selamatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Prosesi ini diikuti tokoh masyarakat Desa Tuksongo, maupun para pekerja yang akan melakukan penebangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi juga ada mobil dari DPU Kabupaten Magelang. Selain itu, pemotong kayu yang didatangkan dari Wonosobo.

ADVERTISEMENT

"Pada pagi hari ini, melaksanakan selametan atau cara Jawanya ingkungan. Biar supaya semuanya selamat (proses penebangan pohon randu alas)," kata Kepala Desa Tuksongo M Abdul Karim kepada wartawan di lokasi, Senin (12/1/2026).

"Karena pohon ini menjadi tetenger (penanda) desa. Mau nggak mau, pada hari ini ditebang karenakan pohon sudah tua (mati). Dan, Alhamdulillah kami beserta tokoh bersepakat mengadakan selamatan," sambungnya.

Warga menggelar selamatan di bawah pohon randu alas di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, yang akan ditebang, Senin (12/1/2026).Warga menggelar selamatan di bawah pohon randu alas di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, yang akan ditebang, Senin (12/1/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Menurut Karim, makanan yang dihidangkan dalam selamatan itu memiliki beberapa arti,

"Sembilan jenang merah putih, itu simbol kami (desa). Kita, Tuksongo yang berarti sembilan makanya pakai tinggalan zaman dahulu serba sembilan. Kalau ingkung yang penting lebih dari lima. Itu permintaan dari leluhur," tegasnya.

Para penebang, katanya, ada dari DPU, Wonosobo dan Temanggung.

"Ahli glondong (tukang kayu) semua. Jadi, kita tidak sembarangan karena pohonnya besar, harus berhati-hati. Kita ngundang yang ahli (menebang kayu)," ujarnya.

Pantauan , pada pukul 09.00 WIB, pekerja mulai memanjat pohon randu alas. Di mana akan melakukan penebangan ranting-ranting pohonnya.

Warga pun berdatangan untuk melihat proses penebangan. Meski melihatnya dari kejauhan.




(ahr/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads