FX Hadi Rudyatmo mengaku mendapat suntikan semangat dari Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) usai tidak lagi menjabat sebagai pengurus partai. Kini pria yang akrab disapa FX Rudy itu hanya bertugas sebagai anggota partai biasa.
Rudy bercerita, dia bertemu Megawati dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta, Sabtu (10/1). Ia juga sempat mencium tangan Megawati saat pertemuan tersebut.
"Sudah ketemu-ketemu juga, ketemu kemarin waktu Rakernas. Kemarin saya juga jabat tangan dengan Ibu. Kalau saya jabat tangan kan selalu cium tangan," katanya ditemui di Pendapa Balai Kota Solo, Senin (12/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudy mengungkapkan pesan yang disampaikan oleh Megawati setelah dirinya tidak lagi menjabat di kepengurusan. Menurutnya, Megawati memberikan semangat khusus kepadanya.
"Pesannya tetap semangat. Loyalitas itulah yang saya sampaikan (tunjukkan)," ucapnya.
Mantan Ketua DPC PDIP Solo selama 25 tahun itu menyebut tidak diberi tugas struktural lagi oleh Megawati. Meski begitu, dirinya menegaskan akan tetap loyal kepada partai berlambang banteng tersebut.
"Enggak ada tugas khusus. Apa penghargaan itu ya tugas saya, yaitu loyal kepada partai. Loyal pada Ketua Umum dan patuh pada perintah Ketua Umum biarpun menjadi anggota partai biasa. Saya tidak akan pergi ke mana-mana dan tetap di PDI Perjuangan," tegasnya.
Ia juga mengaku tidak mempermasalahkan posisi di luar struktur organisasi partai. Dirinya pun menegaskan tidak memiliki ambisi untuk maju sebagai anggota legislatif tingkat daerah maupun pusat.
"Enggak ada masalah. Wong saya jadi Plt (DPD) sampai kemarin itu pun juga tidak punya ambisi apa pun. Tidak punya ambisi jadi calon DPR RI, DPRD Provinsi, maupun di eksekutif, enggak ada," bebernya.
Sementara itu, Rudy membagikan pesan Megawati saat Rakernas, yakni untuk tetap peduli pada lingkungan tanpa memandang latar belakang suku dan agama.
"Ya, pesannya itu tentang iklim global. Kita harus peduli terhadap lingkungan tanpa memandang suku, agama, dan golongan. Kalau ada yang butuh bantuan saat bencana, kita tidak perlu bicara itu partainya siapa atau agamanya apa. Kita sesama manusia," pungkasnya.
(apu/alg)