Kalender Hijriah Hari Ini 13 Januari 2026 dan Panduan Bersin Ketika Sholat

Kalender Hijriah Hari Ini 13 Januari 2026 dan Panduan Bersin Ketika Sholat

Nur Umar Akashi - detikJateng
Selasa, 13 Jan 2026 08:23 WIB
ilustrasi salat
Ilustrasi sholat. Foto: iStock
Solo -

Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.

Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai panduan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.

Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Senin, 13 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.

ADVERTISEMENT

Kalender Hijriah Hari Ini 13 Januari 2026

Kalender Hijriah 13 Januari 2026 Menurut Pemerintah

Tanggal hijriah versi pemerintah tertera dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama. Melalui kalender itu, pemerintah mengonversi 1 Rajab 1447 H menjadi Minggu, 21 Desember 2025.

Bulan haram (mulia/terhormat) ini berlangsung genap 30 hari hingga 19 Januari 2026 mendatang. Lalu, pada 20 Januari 2026, Rajab resmi digantikan Syaban, bulan yang padanya, Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa.

Atas acuan itu, pemerintah mengonversi 13 Januari 2026 menjadi 24 Rajab 1447 H.

Kalender Hijriah 13 Januari 2026 Menurut NU

Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah (LF) NU, @falakiyahnu, 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025. Pasalnya, sampai Sabtu, 20 Desember 2025, tidak terlihat hilal sehingga metode penyempurnaan alias istikmal dipakai.

"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Rajab 1447 H bertepatan dengan Senin Pon 22 Desember 2025 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal," bunyi keterangan dalam Pengumuman Nomor: 110/PB.08/A.II.11.13/13/12/2025 tentang Awal Bulan Rajab 1447 H.

Atas dasar informasi tersebut, NU menetapkan 13 Januari 2026 sebagai 23 Rajab 1447 H.

Kalender Hijriah 13 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah

Dilihat dari laman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menulis Rajab 1447 H dimulai pada Ahad/Minggu, 21 Desember 2025. Sama dengan versi pemerintah, Muhammadiyah menetapkan Rajab berlangsung 30 hari genap hingga 19 Januari 2026.

Sebagai informasi, KHGT adalah versi termutakhir upaya umat Islam sedunia untuk menyatukan tanggalan, dilaporkan laman Suara Muhammadiyah. KHGT berprinsip 1 hari untuk 1 tanggal di seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan. Kalender ini mulai dipedomani Muhammadiyah sejak tahun 1447 H.

Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 13 Januari 2026 sebagai 24 Rajab 1447 H.

Panduan Bersin Ketika Sholat

Hidung yang gatal hingga membuat bersin bisa terjadi kapan saja, termasuk saat sholat. Dalam syariat Islam, kita diajarkan untuk mengucap pujian bagi Allah selepas bersin.

Pertanyaannya, apakah mengucap yang demikian ketika mengerjakan sholat diperbolehkan? Atau sebaiknya justru diam saja?

Disadur dari buku Panduan Beribadah Khusus Wanita yang ditulis Abu Malik Kamal Salim, seorang muslim tetap disunnahkan mengucapkan lafal hamdalah kala bersin pada waktu sholat. Hanya saja, tidak perlu menjawab jika orang lain yang bersin.

Dasarnya adalah hadits dari Rifa'ah bin Malik RA:

"Saya tengah mengerjakan sholat di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Tiba-tiba saya bersin dan saya mengucapkan, 'Segala puji bagi Allah SWT dengan pujian yang banyak, baik, diberkahi, dan membawa berkah, sebagaimana disukai Rabb kami dan diridhai-Nya.'

Selesai sholat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun berpaling seraya berkata, 'Siapa yang berbicara di dalam sholat?' Rifa'ah menjawab, 'Saya, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Demi Rabb yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh telah diperebutkan oleh lebih dari 30 malaikat, siapa di antara mereka yang membawanya naik.'" (HR Tirmidzi dan Nasa'i)

Dikutip dari buku Hukum Bicara dalam Shalat oleh Dr Abdussalam bin Salim As-Suhaimi, larangan mengucap balasan bersin tercantum dalam hadits dari Mu'awiyah bin Hakam. Suatu ketika, ia membalas doa bersin seseorang saat sholat dengan mengucap sholat.

Selesai sholat, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memanggilnya dan bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيْهَا شَيْءٌ مِنْ كَلامِ النَّاسِ، إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Artinya: "Sesungguhnya di dalam sholat ini tidak patut ada sesuatu apa pun dari ucapan manusia. Sesungguhnya sholat itu hanyalah bacaan tasbih, takbir, dan bacaan Al-Quran." (HR Muslim)

Bacaan 'alhamdulillah' diperbolehkan karena termasuk kategori tahmid alias pujian untuk Allah SWT. Sementara itu, jawaban 'yarhamukallah' dilarang karena ditujukan kepada seseorang, bukan langsung ke Allah SWT. Wallahu a'lam bish-shawab.

Doa Bersin dan Jawabannya

Segala yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sudah semestinya diikuti secara konsisten. Mengenai bersin, Rasulullah mengajarkan umat Islam bacaan doanya, cara menjawab bila ada yang berdoa, dan cara membalasnya lagi.

Dikutip dari buku Kumpulan Do'a dalam Al-Qur'an dan Hadits oleh Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, setelah bersin, seorang muslim disunnahkan membaca:

الْحَمْدُ لله

Arab Latin: Alḥamdulillāh.
Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Apabila mendengar seorang muslim bersin dan mengucapkan hamdalah, detikers disunnahkan menjawab dengan bacaan:

يَرْحَمُكَ اللَّهُ

Arab Latin: Yarḥamukallāh.
Artinya: "Semoga Allah memberi rahmat kepadamu."

Orang yang bersin tadi sudah semestinya kembali menjawab dengan lafal:

يَهْدِيْكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ.

Arab Latin: Yahdīkumullah wa yuṣliḥu bā lakum.
Artinya: "Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu."

Perlu ditekankan, hanya orang yang mengucap hamdalah selepas bersin saja yang semestinya kita doakan. Mereka yang tidak berujar 'alhamdulillah' tidak perlu didoakan. Diambil dari skripsi berjudul Hadis-Hadis tentang Anjuran Membaca Tahmid setelah Bersin dan Mendoakan Orang yang Bersin karya Ulin Nuhana Ahsan, dasarnya adalah:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ عَطَسَ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا وَلَمْ يُسَمَّتْ الْآخَرَ فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ هَذَا حَمدَ اللَّهَ وَهَذَا لَمْ يَحْمَدُ اللَّهَ

Artinya: "Anas bin Malik RA berkata, 'Dua orang laki-laki bersin di dekat Rasulullah SAW, maka beliau mendoakan salah satu di antara keduanya dan tidak mendoakan lainnya. Lalu ditanyakan kepada beliau (mengenai hal itu), maka beliau menjawab, 'Orang ini memuji Allah dan ini tidak memuji Allah'." (HR Bukhari no 5753, Muslim no 5757, Tirmidzi no 2666, Abu Dawud no 4382, dan selainnya)

Demikian informasi mengenai kalender Hijriah hari ini 13 Januari 2026 dan panduan bersin ketika sholat. Semoga menambah wawasan detikers, ya!




(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads