Syafiq Ali (18), pendaki yang hilang di Gunung Slamet akhir Desember lalu ditemukan tewas. Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, mengungkap kondisi korban saat ditemukan.
Arie menjelaskan bahwa lokasi penemuan korban masih berada di sekitar area awal korban terpisah. Ia menyebutkan, di sekitar titik tersebut juga ditemukan sejumlah barang milik korban.
"Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi berpisah. Di sekitar situ juga ada ceceran barang seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya," ujar Affandi kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Affandi menegaskan korban tidak ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir atau terkubur. Berdasarkan hasil pengamatan dokumentasi di lapangan, korban diduga baru meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
"Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari. Kondisi tubuh korban masih cukup baik," jelasnya.
Ia menambahkan, korban diduga meninggal dunia akibat hipotermia. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya kondisi pakaian korban yang tidak lengkap.
"Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi," tambahnya.
Proses evakuasi korban diperkirakan memerlukan waktu cukup lama mengingat medan yang sulit. Affandi mengestimasi, perjalanan naik menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar enam jam, sementara proses evakuasi keseluruhan dapat memakan waktu hingga 10 sampai 12 jam.
"Hingga pukul 15.00 WIB, korban sudah berhasil dinaikkan sekitar 100 meter dari titik penemuan. Paket evakuasi sudah dibungkus rapi dan tinggal menunggu proses pengantaran ke titik tujuan," ungkapnya.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Wanadri, Mayapada, UPL Mapala Unsoed, Wikupala, APGI, Mapala Batik, Mapala Kanvas, Mapala Stikpa, komunitas ORARI dan RAPI, serta tim rescue Base Camp Dipajaya.
Diketahui, Syafiq Ali dan temannya Himawan mendaki Gunung Slamet melalui jalur pendakian Dipajaya, Pemalang pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya registrasi di basecamp untuk pendakian tektok, atau pendakian cepat dengan estimasi kembali ke basecame Minggu (28/12/2025) siang.
Namun, hingga Minggu sore, keduanya belum kembali, petugas Dipajaya melakukan pencarian. Himawan ditemukan di sekitar pos 9, di luar jalur pendakian keesokan harinya.
Sementara Syafiq Ali ditemukan hari ini pukul 10.22 WIB. Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengatakan Syafiq Ali ditemukan di jalur punggungan Gunung Malang dekat area Batu Watu Langgar. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal.
"Survivor ditemukan sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar area Batu Watu Langgar. Penemuan ini merupakan hasil pencarian hari ke-17, dengan tim SAR tahap dua yang baru melakukan pencarian selama dua hari," ujarnya dalam keterangan video kepada detikJateng.
(afn/dil)
