Viral Jenazah Warga Pati Diantar ke Makam Pakai Perahu gegara Banjir

Viral Jenazah Warga Pati Diantar ke Makam Pakai Perahu gegara Banjir

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 16:02 WIB
Warga mengantar jenazah ke makam menggunakan perahu di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati, Kamis (15/1/2026).
Warga mengantar jenazah ke makam menggunakan perahu di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati, Kamis (15/1/2026). Foto: Dok. Pemdes Mintobasuki
Pati -

Video warga mengantarkan jenazah menggunakan perahu di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, jadi viral di media sosial. Begini penjelasan pihak pemerintah desa setempat.

Video itu diunggah akun Instagram @patisakpore 2 jam lalu. Video itu memperlihatkan warga keluar dari permukiman sambil membawa jenazah di atas perahu. Terlihat kondisi permukiman itu terendam banjir.

"Warga Mintobasuki Gabus Pati, antarakan Jenazah ke Makam Naik Perahu Karena jalan Banjir," tulis keterangan di video itu, dikutip detikJateng, Kamis (15/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dimintai konfirmasi, Sekdes Mintobasuki Abdul Mustaji, membenarkan ada warganya yang meninggal dunia lalu diantar menggunakan perahu menuju pemakaman. Warga yang meninggal itu bernama Warsono (54). Warga RT 4 RW 1 itu meninggal karena sakit.

ADVERTISEMENT

"Ya betul barusan pagi ini. Pihak keluarga dan masyarakat sepakat (jenazah) diantar melalui perahu," kata Mustaji saat dihubungi wartawan siang ini.

Dia menjelaskan kondisi sekitar rumah warga tersebut sedang kebanjiran. Jalan menuju makam juga terendam banjir.

"Dan karena itu makam melewati sawah, kan sawah pada terendam, sehingga diantar naik perahu," jelasnya.

"Jaraknya rumah almarhum sekitar 2 kilometer sampai ke makam. Di makam itu ada tanah sedikit tinggi, masih ada (yang tidak terendam banjir). Yang luas sudah terendam," lanjut dia.

Mustaji menjelaskan banjir di Desa Mintobasuki terjadi sejak Sabtu (10/1) lalu, dan sampai sekarang belum juga surut.

"Data 241 rumah (terdampak). Pengungsi belum ada, karena sering banjir setiap tahun. Untuk jumlah KK yang terendam 313 KK, ada 800 jiwa," pungkasnya.




(dil/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads