Tim medis RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga mengungkap hasil pemeriksaan awal terhadap jasad pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan (18). Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah melakukan pendakian tektok pada Sabtu, 27 Desember 2025 melalui basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang.
Dokter yang menangani pemeriksaan, dr Gunawan, mengatakan pihaknya baru melakukan autopsi luar terhadap jasad korban. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan kondisi jenazah sudah dikerumuni belatung.
"Kami tadi melakukan pemeriksaan autopsi luar. Dari hasil pemeriksaan luar itu yang pertama jenis kelamin laki-laki. Kemudian kami lakukan pemeriksaan dari kepala sampai anggota gerak paling bawah, yang pertama kita temukan adalah jenazah ini sudah dikerumuni belatung," kata dr Gunawan saat ditemui wartawan, Kamis (15/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, pada bagian kepala, leher, dada, hingga perut tidak ditemukan tanda-tanda luka atau jejas.
"Di bagian kepala tidak terdapat jejas, lalu leher, dada dan perut juga tidak ada. Namun setelah kita periksa di bagian tulang paha kiri itu patah," ujarnya.
Berdasarkan kondisi jenazah dan perkembangan belatung, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua pekan sebelum pemeriksaan dilakukan.
"Diperkirakan itu kurang lebih 15 hari (meninggal dunia) dari saat pemeriksaan ini. Kita lihat dari patokan belatungnya," jelasnya.
Meski demikian, dr Gunawan menegaskan pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban karena pemeriksaan yang dilakukan baru sebatas autopsi luar.
"Penyebab pastinya (meninggal dunia) tidak bisa ya, karena saya hanya memeriksa dari hasil pemeriksaan luarnya. Insyaallah tidak ada (tanda-tanda penganiayaan)," tegasnya.
Sementara itu, Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo menjelaskan usai dilakukan pemeriksaan medis jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga.
"Dari rumah sakit sudah dilakukan visum luar dan tidak ditemukan tanda penganiayaan dan sebagainya. Sehingga jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," jelasnya.
Amjat menambahkan pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan keluarga. Keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi yang dikuatkan dengan pernyataan tertulis.
"Kami bersama stakeholder terkait menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," pungkasnya.
Jenazah Syafiq Ali, pendaki yang hilang di Gunung Slamet, telah berhasil dievakuasi melalui jalur pendakian Gunung Malang di Purbalingga. Jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga.
Tim relawan gabungan yang mengevakuasi jenazah Syafiq Ali tiba di Gunung Malang pukul 14.25 WIB. Jenazah langsung dibawa ke RS Purbalingga untuk dilakukan visum.
Pantauan detikJateng di lokasi, sejumlah warga turut menyambut kedatangan jenazah Syafiq Ali di Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.
Tampak warga berbondong-bondong mendatangi mobil ambulans di titik penjemputan. Sejumlah ibu-ibu tampak menangis.
USS Basarnas Pemalang, Handika, mengatakan jenazah Syafiq Ali langsung dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga untuk dilakukan pemeriksaan luar.
"Ya, kami bersyukur, evakuasi berjalan lancar. Ini langsung dibawa ke rumah sakit Purbalingga," kata Handika kepada detikJateng, Kamis (15/1).
(afn/apu)
