Arus lalu lintas di Pantura Pati terpantau padat merayap hingga 1 kilometer. Kondisi ini karena jalan dari Pati menuju Juwana dan Rembang ini masih terendam banjir.
Pantauan detikJateng di lokasi pukul 10.30 WIB, genangan banjir masih ada di depan PT Dua Putra atau jalan Guyangan Desa Purworejo Kecamatan Pati. Genangan banjir kedalaman mencapai 30 sentimeter.
Akibatnya kendaraan yang melintas harus pelan-pelan. Beberapa sepeda motor pun terlihat mogok karena nekat melewati genangan banjir. Antrean dari dua arus jalan mencapai 1 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian titik kemacetan kedua ada di perempatan Lingkar Selatan Pati tepatnya di Desa Widorokandang Kecamatan Pati. Meskipun kondisi genangan sudah surut, namun tampak jalan berlubang. Akibatnya kendaraan berjalan pelan dan terdapat antrean baik dari jalan Lingkar Selatan Pati dan sebaliknya.
KBO Satlantas Polresta Pati, Iptu Muslimin mengatakan per pukul 10.30 WIB ada perlambatan kendaraan yang melintas di Pantura Pati ke Rembang. Hal ini karena kondisi jalan kembali terendam banjir.
"Saat ini mulai ada perlambatan arus, kalau tadi malam sampai pagi cuaca cerah kemudian kondisi sebagian sudah sedikit surut jadi ada percepatan lalu lintas," kata Muslimin ditemui di lokasi, Jumat (16/1/2026).
"Namun saat ini ada sedikit perlambatan karena kendaraan sudah padat, di sebelah timur ada air naik lagi di jalan," lanjut dia.
Menurutnya ada dua titik kepadatan arus. Pertama di perempatan keluar jalur Lingkar Selatan Pati menuju Juwana ataupun Rembang. Titik kedua berada di depan Pabrik Dua Putra ada genangan banjir.
"Jadi masih ada dua titik, di Jalan Widorokandang dan sekitar depan PT Dua Putra. Kedalaman genangan mencapai 20 sentimeter," jelasnya.
"Yang paling parah lubang jalan, terlalu banyak jalan yang berlubang kemudian dalam dan lebar, ini mempersempit ruang kendaraan karena harus menghindari lubang, biasanya jalan lancar, mereka ini agak ke kanan sehingga menutupi dari jalan sebaliknya," Muslimin melanjutkan.
Salah satu pengguna jalan Edy Siswanto mengaku motornya sempat mogok karena terperosok ke jalan berlubang yang terendam banjir. Ia tak tahu jika ada lubang karena jalan terendam banjir.
"Ini mogok karena lewat jalan kebanjiran nggak tahu kalau ada lubang, ini didorong cari tempat yang kering," kata dia.
Edy berharap agar jalan yang rusak ini menjadi perhatian pemerintah daerah. "Jalannya rusak parah ini terkena banjir, harapannya agar diperbaiki lah," ujarnya.
(aku/aku)
