Kota Pekalongan Dikepung Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

Kota Pekalongan Dikepung Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

Robby Bernardi - detikJateng
Sabtu, 17 Jan 2026 12:07 WIB
Penampakan banjir di Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Sabtu (17/1/2026). Imbasnya, ratusan warga mengungsi di aula kantor kecamatan setempat.
Penampakan banjir di Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Sabtu (17/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan selama kurang lebih lima jam tanpa henti menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah, dan terparah di Kecamatan Pekalongan Barat. Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi sejak dini hari.

Salah satu warga terdampak, Nurasizah, mengaku mulai mengungsi sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Warga Pasirsari ini mengatakan air masuk ke rumah hingga mencapai ketinggian di atas lutut orang dewasa di dalam rumah, dan setinggi pinggang orang dewasa di luar rumah.

"Iya hujan deras semaleman, air sampai masuk kamar. Setiap tahun seperti ini, banjirnya. Tapi tahun ini lebih parah," kata Nurasizah, Saat ditemui di pengungsian di aula Kecamatan Pekalongan Barat, Sabtu (17/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari luar itu sepinggang dewasa, kalau dari dalam kamar seatas lutut, makanya kita putuskan mengungsi ke sini," ungkapnya. Nurasizah mengaku tak sempat menyelamatkan sebagian harta benda dan surat-surat berharganya.

ADVERTISEMENT

Hal serupa dialami Kasirin (63), warga Pasir Kraton Kramat, yang mulai mengungsi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Ia mengatakan hujan deras selama lima jam menyebabkan air setinggi satu meter masuk ke rumah, sementara di jalan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Kasirin menilai banjir kali ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Ia pun berharap pemerintah memberikan bantuan, termasuk perbaikan sistem drainase dan penanganan sungai.

"Hujan lima jam tidak berhenti. Hujan deras. Selain hujan juga luapan sungai dari atas, membuat rumah banjir. Kebetulan rumah kami di cekungan," katanya.

Penampakan banjir di Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Sabtu (17/1/2026). Imbasnya, ratusan warga mengungsi di aula kantor kecamatan setempat.Penampakan banjir di Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Sabtu (17/1/2026). Imbasnya, ratusan warga mengungsi di aula kantor kecamatan setempat. Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Sementara itu, Camat Pekalongan Barat, M. Natsir, mengatakan hampir seluruh wilayah Kecamatan Pekalongan Barat terdampak banjir, dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Dua kelurahan yang paling parah terdampak adalah Pasir Kraton Kramat dan Pringrejo.

"Sejak pukul 01.30 WIB, pengungsi mulai berdatangan ke sejumlah lokasi pengungsian. Jumlah pengungsi hingga saat ini tercatat sekitar 400 hingga 450 jiwa atau sekitar 110 kepala keluarga," kata Natsir kepada detikJateng saat ditemui di lokasi pengungsian.

Pemerintah kecamatan telah menyiapkan beberapa lokasi pengungsian, di antaranya Aula Kecamatan Pekalongan Barat, eks-Kelurahan Kraton Kidul, Aula Kelurahan Pringrejo, serta SD Tirto.

Namun, menurutnya, sebagian warga memilih lokasi pengungsian yang lebih dekat dengan rumah mereka.
Pemerintah bersama instansi terkait telah menyiapkan kebutuhan dasar pengungsi, termasuk makanan, layanan kesehatan, serta bantuan dari Kodim, Dinas Sosial, dan dapur MBG. Camat berharap banjir kali ini dapat segera surut dan tidak berlangsung lama seperti tahun sebelumnya yang mencapai hampir satu bulan.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads