Banjir yang merendam Kota Pekalongan terjadi merata. Banjir yang diakibatkan curah hujan tinggi dan limpasan Sungai Bremi ini mengakibatkan 8.692 kepala keluarga (KK) terdampak.
BPBD Kota Pekalongan mencatat, hingga Sabtu (17/1/2026) pukul 14.00 WIB, ada 8.692 kepala keluarga (KK) terdampak di empat kecamatan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak Jumat (16/1) pukul 19.30 WIB hingga pukul 03.00 WIB tadi, mengakibatkan wilayah kota Pekalongan dikepung banjir.
"Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah yang diperkirakan berlangsung pada 15-18 Januari 2026," kata Budi saat dimintai konfirmasi detikJateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hujan tidak hanya terjadi di wilayah Kota Pekalongan, tetapi juga di daerah selatan. Akibatnya, daya tampung daerah aliran sungai (DAS) penuh dan air melimpas ke wilayah Kota Pekalongan yang topografinya cekung, sehingga menyebabkan banjir," ujar Budi.
Tercatat banjir di Kecamatan Pekalongan Timur, meliputi sebagian Kelurahan Kalibaros, Poncol, Setono, Nayontaan, Sari, dan Klego dengan ketinggian air antara 20-50 sentimeter. Lalu di Kecamatan Pekalongan Barat, banjir menggenangi sebagian besar Kelurahan Tirto serta sebagian wilayah Podosugih, PKK, Sapuro Kebulen, Bendan Kergon, Pringrejo, Medono, dan Buaran Kradenan, dengan ketinggian air mencapai 30-80 sentimeter.
Sementara itu, di Kecamatan Pekalongan Selatan, banjir merendam sebagian kecil wilayah Banyurip, Jenggot, dan Kuripan Yosorejo dengan ketinggian 20-40 sentimeter. Adapun di Kecamatan Pekalongan Utara, banjir terjadi di sebagian Padukuhan Kraton serta sebagian kecil Bandengan, Krapyak, dan Panjang Wetan dengan ketinggian air 20-40 sentimeter.
Sejumlah ruas jalan utama juga tergenang, di antaranya Jalan Progo, Kurinci, Majapahit, Slamet, Cempaka, Truntum, Teratai, Semarang, Surabaya, Abdullah R, Blimbing, Merak, Patriot, Perintis Kemerdekaan, Pramuka, Jlamprang, Ki Mangun Sarkoro, Patiunus, hingga kawasan Pabean, Kampung Baru Tirto, Kampung Baru, dan Jalan Singosari. Ketinggian air bervariasi antara 10 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter di beberapa titik.
972 Warga Mengungsi
Akibat banjir tersebut, ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi. Hingga pukul 10.45 WIB tadi, ada 972 jiwa yang mengungsi di sembilan titik, di antaranya aula Kecamatan Pekalongan Barat, sejumlah masjid dan musala di wilayah Tirto, Podosugih, PKK, Sidomulyo, Klego, serta eks Kraton Kidul.
"Jumlah total pengungsi ada 972 jiwa tersebar di titik pos pengungsian," jelas Budi .
Para pengungsi membutuhkan bantuan logistik terutama obat-obatan seperti balsem, minyak kayu putih, salep. Para pengungsi juga membutuhkan selimut dan perlengkapan bayi dan lansia seperti pampers.
BPBD Kota Pekalongan bersama TNI, Polri, OPD terkait, dan unsur relawan terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari monitoring dan patroli kesiapsiagaan, evakuasi warga terdampak, asesmen dampak dan kebutuhan logistik, koordinasi lintas sektor, hingga aktivasi posko kebencanaan dan fasilitasi pengungsian.
"Seluruh unsur terkait kami libatkan untuk memastikan keselamatan warga dan penanganan darurat berjalan optimal," jelas Budi.
Jumlah KK terdampak banjir di 4 kecamatan kurang lebih 8.692 KK dengan jumlah pengungsi 972 orang.Berikut update pengungsian per Sabtu (17/1) pukul 10.45 WIB, yang tercatat BPBD Kota Pekalongan:
1. Aula Kec. Pekalongan Barat ada 453 jiwa.
2. Mushola Babussalam Podosugih RT 7 RW 1 jumlah, ada 20 orang.
3. Masjid Al Karomah Jalan Raya Tirto sebelah Utara ada 170 orang.
4. Musala Al Amin: Tirto GG 1, ada 40 orang.
5. Musala Al Ikhsan Jalan Raya Tirto sebelah selatan, total 100 orang.
6. SDN Tirto 03, ada 40 orang.
7. Masjid Al Ikhlas Sidomulyo RW 7 Kelurahan PKK, ada 80 orang.
8. Arrobittoh Jalan Teratai Klego , 56 orang.
9. Eks Kraton Kidul, 13 orang.
