Arus lalu lintas di jalur alternatif Kudus-Purwodadi sepekan ini tersendat akibat banjir. Banyak motor hingga mobil mogok saat melintas di jalur alternatif tersebut.
Pantauan di lokasi, pukul 16.00 WIB, genangan banjir masih merendam jalan alternatif tepatnya di wilayah Desa Tanjungkarang dan Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus. Genangan banjir sekitar 30 sentimeter.
Terlihat sejumlah sepeda motor hingga mobil yang mogok saat melintas. Di lokasi tampak ada anggota polisi yang memberikan bantuan. Arus lalu lintas terpantau ramai lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean, menjelaskan ada dua titik banjir di jalan alternatif Kudus-Purwodadi. Genangan pertama di jalan sepanjang 100 meter dan genangan kedua di jalan sepanjang 50 meter.
"Terkait adanya luapan air di jalan Kudus-Purwodadi tepatnya Desa Tanjungkarang. Luapan air karena sungai meluap," kata Royke ditemui di lokasi, Senin (19/1/2026).
"Jalan yang terendam sepanjang 100 meter di Tanjungkarang kemudian di Jetiskapuan ada yang kebanjiran sepanjang 50 meter," lanjut dia.
Royke menyebut ada banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang mogok. Petugas di lokasi pun membantu warga yang kendaraannya mogok usai menerobos banjir.
"Kami menyiapkan membantu masyarakat sekiranya mengalami mogok dan tidak bisa melewati jalur ini," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengimbau kepada warga agar bersabar dan berhati-hati saat melintas di jalan yang kebanjiran.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar bersabar karena luapan air ini belum surut. Terkait dengan jalan rusak ini kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera diperbaiki atau ditambal sementara," jelasnya.
Salah satu pengendara sepeda motor yang mogok, Dana, menyebut berkat bantuan petugas di lokasi, mesin motornya bisa menyala lagi.
"Dari Tanjung ke Rendang dari Jetis Kapuan sudah banjir," kata dia saat ditemui di lokasi.
Menurut dia, banjir di jalan ini sudah berlangsung sepekan. Menurutnya, genangan air sudah berangsur surut meski masih terbilang tinggi untuk sepeda motor.
"Sudah seminggu lebih, menurut saya agak berkurang sedikit," jelasnya.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji mengatakan ada 32 desa dari 7 kecamatan di Kudus yang masih kebanjiran.
"Wilayah terdampak 32 desa dari 7 Kecamatan. Ada 15.365 KK dengan jumlah pengungsian ada 852 KK. Jumlah rumah yang terdampak banjir ada 9.119 rumah," kata dia dalam keterangan tertulis hari ini.
(dil/apl)