Video Call Terakhir Hariadi Kru Pesawat ATR 42-500 Sebelum Hilang Kontak

Video Call Terakhir Hariadi Kru Pesawat ATR 42-500 Sebelum Hilang Kontak

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Senin, 19 Jan 2026 19:34 WIB
Tim SAR gabungan mengumpulkan serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
Tim SAR gabungan mengumpulkan serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Foto: ANTARA FOTO/Muchtamir
Karanganyar -

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga Karanganyar bernama Hariadi menjadi salah satu daftar 10 orang yang ikut dalam pesawat itu.

Pencarian kru dan penumpang pesawat ATR 41-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh terus dilakukan. Salah satu kru bernama Hariadi yang merupakan warga Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Ditemui di rumah Hariadi di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, adik ipar Hariadi, Hari, menuturkan kakaknya sudah cukup lama bekerja di Indonesia Air Transport. Selama bekerja, Hariadi memiliki kebiasaan menghubungi keluarganya ketika akan pergi, terutama dengan sang istri, Rira.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hariadi ini ketika mau berangkat selalu video call istri. Sabtu (17/1) pagi itu ketika mau berangkat memang video call dengan istri. Biasanya kalau mau terbang, video call dulu dengan istri," kata Hari saat ditemui awak media, Senin (19/1/2026).

ADVERTISEMENT

Kebiasaan itu membuat sang istri tidak memiliki firasat buruk, saat Hariadi hendak melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menuju ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat berangkat pada Sabtu (17/1) pagi, namun hilang kontak dan bangkai pesawat ditemukan di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Pas hari sabtu itu, pihak maskapai atau perusahaan Indonesia Air Transport menginformasikan ke kakak saya selaku istri. Pertama ditelepon, tapi kebetulan HP-nya tidak di dekatnya, lalu di-WA yang menyatakan pesawat tersebut hilang kontak, untuk update selanjutnya akan diinformasikan kembali, info awalnya seperti itu," jelasnya.

"Sampai hari ini masih tahap pencarian, kita belum ada kabar terbarunya. Kita masih menunggu kabar dari tim pencarian di sana," imbuhnya.

Kabar tersebut membuat Rira kaget, dan masih mengalami syok. Hari menuturkan, Rira masih belum bisa bertemu banyak orang, sehingga ada keluarga lain yang memantau langsung di pos pencarian.

"(Rira) Masih belum diajak ngomong. Kondisinya masih lemah, belum bisa bertemu banyak orang," ucapnya.

Kini seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah Hariadi di Jati. Mereka terus memanjatkan doa, dan memantau perkembangan pencarian para korban jatuhnya pesawat ATR 51-500.

Pihak kepolisian sendiri sudah melakukan pengambilan sampel DNA terhadap ayah Hariadi, Supardi, pada Minggu (18/1).

Diberitakan sebelumnya, Hariadi merupakan Flight Operation Officer (FOO) dalam penerbangan pesawat ATR 42-500, yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Orang tua, adik-adiknya, hingga saudara Hariadi setiap hari terus menanti kabar terkini, paska pesawat ATR 42-500. Hariadi sendiri merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Supardi-Sutini.

"Untuk doa, kita setiap hari panjatkan. Tapi hanya keluarga inti. Kita masih percaya, sebelum ada kabar yang datang fix, kita masih percaya," kata Adik Ipar Hariadi, Hari, saat ditemui awak media, Senin (19/1).

"Saat ini kami masih berharap adanya mukjizat dari Allah. Meski kemungkinannya kecil, tapi kami tetap menanti kabar resmi dengan penuh harapan," tambahnya.




(apu/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads