PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 124 perjalanan kereta api dibatalkan akibat gangguan prasarana imbas banjir yang terjadi di jalur rel Km 88+400 hingga Km 89+100 pada periode 16-19 Januari 2026. KAI kini meninggikan jalur rel itu sepanjang 600 meter agar tidak lagi kebanjiran.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin saat mendampingi Menhub, Dudy Purwagandhi dalam peninjauan jalur rel kereta api di Kota Pekalongan. Dikatakan Bobby, terdapat dua titik rel yang terendam air, sehingga berdampak pada keselamatan perjalanan kereta api.
"Kami akan melakukan pengangkatan rel hingga 50 sentimeter sepanjang 600 meter, termasuk pengangkatan jembatan di lokasi tersebut agar lebih stabil," kata Bobby, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, proses pengangkatan dan perbaikan prasarana sudah mulai dilakukan sejak hari ini. Rel di lokasi tersebut telah dilakukan pengangkatan sementara setinggi 23 sentimeter. Ia menargetkan perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
Bobby menjelaskan saat ini 85 persen perjalanan kereta api sudah kembali normal, sementara 15 persen masih mengalami keterlambatan. Namun, ia memastikan tidak ada lagi pembatalan perjalanan.
"Pembatalan sudah nol. Tinggal 15 persen yang masih terlambat, sementara 85 persen sudah berjalan sesuai performa," katanya.
Bobby berharap kondisi cuaca segera membaik. Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan diperkirakan hingga 21 Januari 2026.
"Mudah-mudahan besok air sudah surut dan perjalanan kereta api kembali lancar seperti semula," tutupnya.
Ia menambahkan, akibat genangan air di perlintasan di Pekalongan, total pembatalan kereta mencapai 124 perjalanan.
"Total pembatalan perjalanan ada 124 kereta. Seperti yang sudah kami sampaikan saat konferensi pers hari Minggu, KAI memberikan refund 100 persen kepada penumpang," kata Bobby.
Ia menyebutkan, penumpang yang terdampak pembatalan diberikan waktu 7 hari untuk mengajukan pengembalian dana penuh. Hingga saat ini, kata Bobby, sudah banyak pelanggan yang memanfaatkan fasilitas refund tersebut.
"Bagi penumpang yang mengalami keterlambatan kereta, kami memberikan layanan tambahan sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan," ujarnya.
(alg/aku)