Sebuah video yang memperlihatkan air banjir berwarna merah di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Kelurahan Simbang Wetan, Kecamatan Buaran, jadi viral di media sosial. Terungkap, warna tersebut ternyata disebabkan oleh pewarna batik.
Video itu salah satunya diunggah oleh akun Istagram @pekalonganinfo. Sejak diunggah tiga jam lalu, video itu sudah ditonton lebih dari 110 ribu orang.
Pengunggah juga menyertakan keterangan dalam videonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Air banjir di Simbang Kulon dilaporkan berwarna merah. Kondisi tersebut disebabkan oleh pewarna batik dari aktivitas produksi batik yang berada di lingkungan sekitar.
Perubahan warna air banjir ini terlihat jelas dan menjadi perhatian warga setempat, seiring masih berlangsungnya genangan banjir di kawasan tersebut," tulisnya seperti dilihat detikJateng, Kamis (22/1/2026).
Banjir warna merah tersebut diketahui terjadi pada Kamis (22/1) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Pantauan detikJateng, air warna merah semakin lama semakin memudar. Namun, lokasi masih tetap tergenang 15-25 cm.
Menanggapi hal itu, Lurah Simbang Kulon, Franky Irawan, menyebut banjir warna merah tersebut karena sedikit terkena obat batik.
"Iya, sudah kami konfirmasi soal video itu. Ternyata warna merah itu sebetulnya kegiatan mencuci batik. Warna merah dari pewarna. Sedianya ada Ipal, namun melimpas karena kondisi banjir," ungkapnya.
Ipal yang ada, tidak berfungsi maksimal, karena memang kondisi banjir, hingga melimpas ke permukiman. Lebih-lebih hari ini merupakan hari Kamis, di mana setiap hari Kamis, para pekerja waktunya menerima upah. Ya dalam seminggu sekali, para pekerja batik di hari Kamis menerima upah, sedangkan hari Jumat libur.
"Hari Kamis, merupakan hari pocokan (bayaran). Makanya, mau tidak mau mereka ya harus bekerja," kata Franky.
Terkait banjir warna merah ini, diakui Franky, merahnya tidak begitu pekat. Meskipun demikian, pihaknya berencana mengumpulkan para pengusaha, Jumat (23/1) besok. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran pewarna batik di dalam kondisi banjir seperti saat ini.
"Besok akan kita komunikasikan," pungkasnya.
Baca juga: Pria Sragen Tewas Kesetrum di Atas Pohon |
(apl/dil)
