Seribuan warga menggelar doa bersama hingga cukur gundul di Alun-alun Kabupaten Pati. Kegiatan ini sebagai bentuk syukur setelah Bupati Pati, Sudewo, ditangkap KPK dan ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan perangkat desa.
Pantauan detikJateng pukul 15.00, warga ramai berdatangan ke Alun-alun Pati. Ada warga yang membawa nasi berkat hingga peralatan pengeras suara.
Di tengah alun-alun atau depan kantor Bupati Pati mereka menggelar acara syukuran dan doa bersama. Ada dua penyelenggaraan yang terpantau di alun-alun, yaitu dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan dari Gabungan Aktivis Pati (GAP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan itu dimulai dengan berdoa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat. Setelah itu warga mendapatkan nasi berkat yang telah disediakan.
Acara selesai sekira pukul 16.00 WIB. Sebagian warga juga mencukur gundul kepala mereka. Hal ini sebagai bentuk nazar karena Bupati Pati Sudewo telah menjadi tersangka kasus jual beli jabatan dan korupsi jalur kereta.
Momen warga berkumpul di Alun-alun Pati, Jumat (23/1/2026). Warga 'merayakan' Bupati Sudewo yang jadi tersangka KPK. Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Huseini, mengatakan acara ini sebagai bentuk syukur atas penetapan tersangka Bupati Pati Sudewo yang sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Senin (19/1) lalu.
"Ini syukuran rakyat atas atas diselesaikan kasus praktik pungli di Kabupaten Pati oleh KPK. Syukuran ada potong tumpeng, berdoa, lalu teman-teman yang nazar juga cukur gundul," kata Huseini kepada wartawan ditemui di lokasi, Jumat (23/1/2026).
Huseini mengatakan, tujuan cukur gundul ini karena warga sudah merasa ringan setelah sekian lama berjuang untuk menggulingkan Sudewo.
"Kami merasa ringan, karena kita berbulan-bulan berjuang bersama masyarakat itu rasanya berat sekali karena menghadapi kekuatan yang luar biasa. Semua lini digerakkan oleh pemerintah sedangkan kami rakyat kecil, dari kampung berkumpul berbulan-bulan," kata Huseini.
"Kemudian kita mendapatkan intimidasi, jadi meskipun tidak ditangkap kawan-kawan ini mendapatkan intimidasi dari penguasa," lanjut dia.
Ia pun mengaku lega setelah Bupati Pati Sudewo ditangkap KPK atas kasus jual beli jabatan perangkat desa. Huseini berharap ke depan agar Pati dipimpin oleh orang yang benar dan peduli dengan rakyat.
"Pati ke depan lebih baik dikelola oleh teman-teman pemerintah yang benar. Tidak ngawur dan peduli terhadap rakyat dan tidak sombong," ujarnya.
Selain itu, Huseini berharap agar dua pentolan AMPB, Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, yang disidang atas perkara pemblokiran jalan segera dibebaskan.
"Harapan kepada kawan-kawan yang masih ditahan itu proses hukum kita menghargai prosesnya, tetapi kita minta bisa dipercepat supaya segera keluar dan bebas dari hukuman yang tidak benar itu," jelasnya.
"Saya yakin mereka tidak bersalah," lanjut dia.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Pati, Sudewo, terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1). Ia kemudian ditetapkan tersangka jual beli jabatan miliaran rupiah di lingkup desa.
Bersama Sudewo, KPK juga menetapkan tiga kepala desa di Pati sebagai tersangka kasus jual beli jabatan itu. Komisi antirasuah juga menyita uang tunai hingga Rp 2,6 miliar berkaitan dengan kasus itu.
(apu/dil)

