Banjir bandang menerjang wilayah Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada dini hari tadi. Luapan air sungai yang datang tiba-tiba membawa lumpur, pasir, hingga material kayu mengakibatkan sejumlah rumah rusak, jembatan terputus, serta kendaraan dan ternak warga hanyut.
Salah seorang warga RT 13 RW 05 Desa Sangkanayu, Tri Sasongko (29), mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 03.15 WIB dini hari. Saat itu hujan tidak terlalu deras, namun disertai angin kencang yang sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
"Jam 3 lebih seperempat hujan tidak deras sebenarnya, cuma anginnya besar banget. Arah air dari barat atau atas. Tiba-tiba banter banget luapan sungai karena tertutup," kata Tri saat ditemui, Sabtu (24/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tri, ketinggian air mencapai sekitar 1 meter dan berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Air yang datang membawa lumpur dan pasir, lalu sempat surut sekitar 15 menit sebelum kembali menghantam permukiman warga dengan membawa material kayu.
"Air itu sekitar 1 meter, berlangsung setengah jam bawa lumpur dan pasir. Sempat hilang 15 menitan, terus dihajar lagi bawa material kayu," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan angin kencang sudah dirasakan warga selama tiga hari terakhir, bahkan membuat sebagian warga kesulitan tidur.
"Angin sudah tiga hari ini besar banget. Cuma sempat mendung, jadi jarang tidur ini," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, menyampaikan data sementara banjir bandang di Desa Sangkanayu berdampak pada wilayah RT 13 dan RT 14 RW 05 Dusun 3.
"Data sementara, ada enam rumah terdampak banjir. Tiga rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah tertutup material banjir," kata Revon.
Selain itu, dua jembatan dilaporkan terputus akibat derasnya arus banjir bandang. Banjir juga mengakibatkan sejumlah kendaraan warga hanyut.
"Kendaraan roda dua sebanyak tujuh unit hilang terbawa banjir bandang. Untuk kendaraan roda empat juga ada yang hilang terbawa banjir bandang," ujarnya.
Tak hanya itu, banjir bandang turut menyeret ternak milik warga.
"Ternak warga sebanyak 20 ekor terbawa banjir bandang," imbuh Revon.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Purbalingga bersama tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan di lokasi kejadian. Warga diimbau tetap waspada mengingat kondisi cuaca ekstrem dan potensi hujan disertai angin kencang masih mungkin terjadi di wilayah tersebut.
(apl/apl)
