Kalender Hijriah Hari Ini 26 Januari 2026 dan Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah

Kalender Hijriah Hari Ini 26 Januari 2026 dan Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah

Nur Umar Akashi - detikJateng
Senin, 26 Jan 2026 09:17 WIB
Muslim woman in hijab eating dates fruit in a comfortable home. Clouse up shot
Ilustrasi buka puasa. Foto: Getty Images/Korrawin
Solo -

Perbedaan patokan kalender Masehi dan Hijriah dalam menentukan awal bulan menyebabkan tanggal yang berlainan pula. Kalender Masehi menggunakan dasar pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah mengacu pada Bulan.

Masyarakat Indonesia biasa menjadikan tanggalan Masehi sebagai patokan hidup sehari-hari. Padanya, tanggal-tanggal peringatan besar, baik nasional maupun internasional, ditetapkan. Begitu pula libur nasional dan cuti bersama.

Namun, tanggalan Hijriah tetap diperlukan. Mengingat, mayoritas orang Indonesia menganut agama Islam dan syariat-syariatnya dikerjakan berdasar kalender Hijriah. Di antaranya adalah sholat Idul Fitri, puasa sunnah Ayyamul Bidh, dan penyembelihan hewan kurban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah yang tepat setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Senin, 26 Januari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.

Kalender Hijriah Hari Ini 26 Januari 2026

Kalender Hijriah 26 Januari 2026 Menurut Pemerintah

Tanggal resmi pemerintah dapat disimak via Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Januari 2026 tampak beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Rajab dan Syaban.

ADVERTISEMENT

Rajab atau Rejeb dalam bahasa Jawa berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Adapun Syaban, tanggal pertama bulan ini bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Namun, berhubung waktu pergantian hari kalender Hijriah terjadi saat Matahari terbenam, sejatinya, Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 19 Januari 2026.

Singkat kata, menurut versi pemerintah, 26 Januari 2026 dikonversi menjadi 7 Syaban 1447 H.

Kalender Hijriah 26 Januari 2026 Menurut NU

Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.

"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.

Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.

Dengan demikian, menurut NU, 26 Januari 2026 bertepatan dengan 7 Syaban 1447 H.

Kalender Hijriah 26 Januari 2026 Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Januari 2026 berbarengan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Rajab dan Syaban.

Rajab versi Muhammadiyah diawali pada 21 Desember 2025 lalu dan berakhir per Senin, 19 Januari 2026. Setelahnya, yakni Selasa, 20 Januari 2026, Syaban dimulai dan berjalan 29 hari hingga 17 Februari 2026 mendatang. Berakhirnya Syaban menandakan kedatangan Ramadhan.

Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 26 Januari 2026 sebagai 7 Syaban 1447 H.

Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.

Doa Buka Puasa

Syaban adalah bulan yang paling sering dipakai Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berpuasa, di samping Ramadhan tentunya. Sebagai seorang muslim, sudah semestinya kita mencoba meneladani amal ibadah tersebut.

Tanpa ilmu fikih yang mendasari, puasa Syaban yang dikerjakan akan kurang maksimal. Oleh karenanya, umat Islam perlu memahami seluk-beluk puasa secara menyeluruh, mulai dari waktu sahur, pantangan saat berpuasa, hingga doa buka puasa.

Bagaimana bacaan doa buka puasa? Dirujuk dari buku Hadits Do'a Berbuka Puasa oleh Ahmad Hendrix, doa buka puasa ditemukan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu anhu. Begini haditsnya:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَرْفُوعًا : كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Artinya: "Dari Ibnu 'Umar secara Marfu' (sampai kepada Nabi), dia berkata: Jika berbuka puasa; beliau (Rasulullah) biasa mengucapkan: "Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala; insya Allah."

Hadits di atas derajatnya hasan, dikeluarkan oleh Abu Dawud no 2357 an-Nasa'i 66/1, ad-Daruquthni no 240, al-Hakim I/422, dan al-Baihaqi IV/239. Dengan dasar hadits itu, maka, bacaan doa buka puasa adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْشَاءَ الله

Arab Latin: Żahabaẓ-ẓamā'u wabtallatil-'urūqu wa ṡabatal-ajru insyā'allāh.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah."

Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Menurut informasi dari laman Kementerian Agama Sulawesi Barat, doa buka puasa dibaca setelah seseorang minum atau makan untuk berbuka. Terlihat dari pilihan kata kerja Arab bentuk lampu yang dipergunakan dalam doa itu.

Keterangan senada dituliskan laman Nahdlatul Ulama (NU) Online. Dalam kitab Hasyiyah I'anah ath-Thalibin oleh Syaikh Abu Bakar Muhammad Syatha, tertulis:

ـ (وقوله: عقب الفطر) أي عقب ما يحصل به الفطر، لا قبله، ولا عنده

Artinya: "Maksud dari (membaca doa buka puasa) "setelah berbuka" adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka," (Hasyiyah I'anah at-Thalibin, juz 2, hal 279)

Demikian kalender Hijriah hari ini 26 Januari 2026 dan bacaan doa buka puasa sesuai sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Semoga informasinya bermanfaat, ya, detikers!




(par/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads