Dikira Helm Jatuh, Ternyata Sanca 3 Meter Lagi Lilit Bebek di Baran Klaten

Dikira Helm Jatuh, Ternyata Sanca 3 Meter Lagi Lilit Bebek di Baran Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 27 Jan 2026 08:54 WIB
Penampakan ular piton atau sanca kembang sepanjang 3 meter di Baran, Cawas, Klaten, Selasa (27/1/2026).
Penampakan ular piton atau sanca kembang sepanjang 3 meter di Baran, Cawas, Klaten, Selasa (27/1/2026). Foto: dok. Ngadino/Exalos Indonesia
Klaten -

Seekor ular piton atau sanca kembang berukuran cukup besar dievakuasi relawan dari Dusun Telukan, Desa Baran, Kecamatan Cawas, Klaten pagi tadi. Ular yang bikin geger warga itu awalnya dikira helm jatuh.

"Selasa, 27 Januari 2026 pagi kita giat evakuasi ular. Kronologinya warga Dusun Tlukan, Desa Baran, Pak Paimin dan istrinya pulang dari Salat Subuh di masjid," ungkap relawan Exalos Indonesia regional Klaten, Ngadino, kepada detikJateng, Selasa (27/1/2026) pagi.

Dikatakan Ngadino, saat berjalan pulang tersebut, istrinya melihat ada benda mencurigakan di tengah jalan depan rumah. Awalnya dikira helm yang jatuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari masjid habis menjalankan salat subuh istrinya melihat adanya sesuatu bundar dikira helm yang jatuh di tengah jalan di depan rumahnya. Benda itu hampir dipegang," terang Ngadino.

ADVERTISEMENT

Saat istrinya hampir memegang, sambung Ngadino, diperingatkan oleh sang suami. Ular yang kaget ternyata melepaskan lingkaran yang berisi bebek.

"Ular itu sedang melilit seekor bebek. Setelah ular kaget kemudian melepaskan mangsanya dan sembunyi di bawah kandang kambing," lanjut Ngadino yang juga relawan RCTD.

Saksi yang khawatir, terang Ngadino, kemudian meminta tolong warga sekitar. Setelah meminta tolong tetangga untuk membantu memantau, saksi segera hubungi relawan.

"Kemudian menghubungi kami dan begitu mendapat laporan saya langsung ke lokasi. Evakuasi berjalan lancar dengan aman dibantu warga," jelas Ngadino.

Ular, sebut Ngadino, jenis sanca kembang atau Malayopython Reticulatus dengan panjang sekitar 3 meter setelah diukur. Di depan rumah lokasi temuan berupa sungai besar.

"Itu depannya aliran sungai Dengkeng dan kondisi arus besar. Kemungkinan ular ikut aliran air sungai setelah mendapatkan mangsa karena sekitaran lokasi nggak ada yang punya bebek," papar Ngadino.

"Jika mendapati ular yang penting untuk masyarakat tetap tenang. Pantau dan awasi ular tersebut, apabila ragu dengan jenis ular hubungi relawan saja," pungkas Ngadino.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads