Petugas masih berusaha mencari korban longsor bernama Hamim (60) warga Dusun Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Pemalang. Sebanyak 100 orang dari tim gabungan dilibatkan dalam pencarian hari ini.
Unit Siaga SAR (USS) Pemalang Basarnas, Handika kepada detikJateng, saat dihubungi, Selasa (27/01) mengatakan, tim gabungan dibantu relawan dan warga hari ini kembali ke titik lokasi.
"Hari ini, ada sekitar 100 orang melakukan upaya pencarian survivor. Selama dua hari kemarin memang terkendala cuaca, hujan yang terus mengguyur," kata Handika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan korban tertimbun material longsor setebal 5 meter. Kondisi hujan terus menerus menurut Handika juga menjadi kendala dalam upaya pencarian. Selain itu dikuatirkan akan terjadi longsor susulan.
"Kita di lapangan mengingatkan terus berhati-hati dan jika di lapangan cuaca buruk, untuk segera keluar dari titik itu," ungkapnya.
Upaya pencarian juga menggunakan pompa air untuk menyiramkan air ke material tanah yang mulai mengeras.
Sebelumnya, Hamim dan anaknya, Aksinudin (40) tertimbun longsor saat bertani di Watukumpul, Pemalang, Minggu (25/1) pukul 06.00 WIB. Aksinudin ditemukan dalam kondisi tewas, kemarin dan langsung dimakamkan.
Aksinudin sendiri saat kejadian, sedianya berniat menyusul ayahnya untuk memperingati ayahnya terkait longsor, mengingat tanda-tanda longsor mulai nampak. Namun nahas, sebelum sampai lokasi, Aksinudin justru tertimpa longsoran.
(afn/aku)