Lindu Itu Apa? Ini Arti dalam Bahasa Jawa dan Contoh Penggunaannya Sehari-hari

Lindu Itu Apa? Ini Arti dalam Bahasa Jawa dan Contoh Penggunaannya Sehari-hari

Khofifah Azzahro - detikJateng
Selasa, 27 Jan 2026 14:33 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: iStock)
Solo -

Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa yang dianggap cukup menantang karena tidak mudah untuk dipelajari. Salah satu faktornya karena bahasa Jawa memiliki sistem tingkatan bahasa yang terbagi menjadi tiga, yaitu ngoko (santai), krama (sopan), dan krama inggil (sangat sopan).

Sebelumnya apakah detikers pernah mendengar kata "lindu"? atau mungkin pernah membacanya? Lindu merupakan salah satu kosa kata yang berasal dari bahasa Jawa. Kata tersebut sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari.

Walaupun kini lindu telah diserap dalam bahasa Indonesia dan dapat ditemukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata lindu dalam bahasa Jawa yang sebenarnya itu apa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak artikel ini hingga akhir untuk menemukan maksud kata "lindu" dalam bahasa jawa yang telah dirangkum oleh detikJateng.

ADVERTISEMENT

Pengertian Lindu dalam Bahasa Jawa

Menurut 'Kamus Besar Bahasa Indonesia' atau KBBI daring, "lindu" merupakan kata yang berasal dari bahasa Jawa dan termasuk dalam kata benda atau nomina, yang bermakna gempa bumi.

Sementara itu, dilansir dari buku yang berjudul 'Kesenian, Bahasa, dan Folklor Jawa' yang diterbitkan oleh Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kata "lindu" dalam bahasa Jawa memiliki arti gempa.

Masih sejalan, dalam 'Kamus Indonesia - Jawa Kuno' yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam laman repositori Kemendikdasmen, menafsirkan kata "lindu" dalam bahasa Jawa sebagai gempa bumi.

Oleh karena itu, dalam bahasa tradisional daerah Jawa "lindu" dapat dimengerti sebagai bencana gempa bumi. Penggunaan kata "lindu" sering dipakai dalam percakapan lokal maupun dalam penulisan sastra daerah, khususnya yang berbahasa Jawa.

Pengertian Gempa Bumi

Mengutip laman Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Wilayah III, gempa bumi adalah fenomena alam yang ditandai dengan bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba karena ada patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Sumber energi dari gempa bumi, dipercaya berasal dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan tersebut keluar ke segala arah hingga efeknya terasa ke permukaan bumi, yang kemudian disebut dengan gempa bumi.

Contoh Penggunaan Kata Lindu

Sebagai panduan bagi detikers yang masih belajar bahasa Jawa, berikut merupakan kumpulan contoh penggunaan kata "lindu" lengkap dengan artinya sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Kalimat Tanya

Kalimat yang digunakan untuk meminta informasi dan jawaban dari orang lain. Dalam konteks ini, kalimat tanya akan digunakan untuk seputar lindu atau gempa bumi.

1. Mau ngerasakne lindu ora? (tadi merasakan gempa bumi tidak?)

2. Lindu mau kerasa kuwat apa ora? (Gempa bumi tadi terasa kuat/besar apa tidak?)

3. Kowe wis krungu eneng informasi mengko bakal lindu apa ora? (Kamu sudah dengar informasi terjadinya gempa bumi yang nanti akan terjadi apa tidak?)

4. Lindu mau jam pira? (Gempa bumi tadi terjadi jam berapa?)

5. Ana omah utawa bangunan sek rusak merga lindu mau apa ora? (Ada rumah atau bangunan yang rusak karena gempa bumi yang terjadi tadi tidak?)

6. Nalika lindu mau, kowe lagi ngapa? (Ketika gempa bumi terjadi tadi, kamu sedang apa?)

7. Pas lindu mau, kowe lagi neng njobo utawa neng njero omah? (Ketika gempa bumi terjadi tadi, kamu ada di dalam atau di luar rumah?)

8. Wis dipepeling marang lindu seng arep teka durung? (Sudah diberi peringatan tentang gempa bumi yang akan datang belum?)

Contoh Kalimat Deklaratif

Kalimat yang digunakan untuk memberikan informasi kepada orang lain. Dalam konteks ini, kalimat deklaratif akan memberikan informasi mengenai lindu atau gempa bumi.

1. Wingi bengi ana lindu neng daerah kidul. (Kemarin malam ada gempa bumi di daerah selatan)

2. Bocah-bocah padha nangis nalika lindu. (Anak-anak pada nangis saat gempa bumi berlangsung)

3. Lindu iku bebaya alam kang bahaya, soale iso marakne omah-omah ambruk utowo lemah longsor. (Gempa bumi itu bahaya, karena bisa menyebabkan rumah-rumah roboh dan tanah longsor)

4. Omah iku ambruk amerga lindu. (Rumah itu roboh karena gempa bumi)

5. Wingi bar suara gununge mbledhos terus disusul lindu. (kemarin setelah suara gunung meletus terus disusul gempa bumi)

6. Lindu mau ora kerasa suwe. (Gempa bumi tadi tidak terasa lama)

7. Senajan lindu wis ora kerasa, nanging kudu tetep ati-ati. (Walaupun gempa bumi sudah tidak terasam, harus tetap berhati-hati)

8. Lindu mau dibarengi karo angin gede, untung gendhenge ora mabur lan omahe ora ambruk. (Gempa bumi tadi terjadi bersamaan dengan angin kencang, untungnya tidak membuat atap rumah terbang dan rumahnya tidak roboh)

Contoh Kalimat Ajakan

Kalimat yang digunakan untuk memberi perintah atau bertujuan membujuk dan mengundang orang lain untuk melakukan tindakan secara bersama. dalam konteks ini, kalimat ajakan akan digunakan untuk seputar lindu atau gempa bumi.

1. Ayo kanca-kanca, padha ndedonga kanggo sedulur sing kena musibah lindu. Muga-muga kabeh diparingi kesabaran lan kekuwatan. (Ayo teman-teman, mari berdoa untuk saudara-saudara yang kena musibah gempa. Semoga semua diberi kesabaran dan kekuatan).

2. Ayo padha tansah eling lan melu donga supaya korban lindu pada diparingi kesabaran. (Ayo semua pada ingat dan ikut berdoa supaya para korban gempa bumi diberikan kesabaran)

3. Ayo nggawe acara donasi sing ditujukne marang kanca-kanca seng kena lindu. (Ayo membuat acara donasi yang ditujukan pada teman-teman yang terdampak gempa bumi)

4. Ayo para warga musti waspada, wedine eneng lindu susulan bubar iki. (Ayo para warga harus waspada, takut terjadi gempa bumi susulan setelah ini)

5. Ayo bapak-bapak lan ibu-ibu, sedaya ndongakne sedulur-sedulure kita kang kenek bencana lindu sek neng luar jawa kae. (Ayo bapak-bapak dan ibu-ibu, semuanya diharapkan memanjatkan doa untuk saudara-saudara luar jawa kita yang terdampak bencana gempa bumi)

Nah, demikianlah arti lindu dalam bahasa jawa beserta contoh penggunaannya dalam percakapan sehari-hari. Semoga membantu, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(sto/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads